<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181</id><updated>2011-10-11T14:57:27.443+07:00</updated><category term='Ibu'/><category term='Kehidupan'/><category term='Life'/><category term='Awareness'/><category term='Marriage'/><category term='Kasih Sayang'/><category term='Renungan'/><category term='Cinta'/><category term='Cinta Kasih'/><category term='Love'/><category term='Orang Tua'/><title type='text'>.: inspiration for the life :.</title><subtitle type='html'>Kumpulan Cerita penuh inspirasi, tentang Cinta, Kehidupan dan Nilai-nilai...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-337434117973084210</id><published>2011-02-20T21:34:00.001+07:00</published><updated>2011-02-20T21:34:44.251+07:00</updated><title type='text'>Tiga Kantong Beras</title><content type='html'>Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggallah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang. Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.&lt;br /&gt;Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."&lt;br /&gt;Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari Cerita ini adalah:&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-337434117973084210?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/337434117973084210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=337434117973084210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/337434117973084210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/337434117973084210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/02/tiga-kantong-beras.html' title='Tiga Kantong Beras'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3415824330030704285</id><published>2011-02-20T21:29:00.000+07:00</published><updated>2011-02-20T21:29:31.644+07:00</updated><title type='text'>Tina dan Nenek Omi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nice story, perlu untuk dibaca dan dijadikan renungan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina, seorang gadis yang baik hati satu kali ingin memberi kejutan pada Nenek Omi yang hidup sendiri. Ia datang membuat sebuah kue yang enak lalu membawanya ke rumah si nenek. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh, buat Nenek? Puji Tuhan! Terima kasih, Tina.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Nenek sangat suka,"kata nenek waktu menerima kue itu. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Melihat nenek Omi suka, seminggu kemudian Tina kembali membawa kue yang sama. "Terima kasih,"jawab nenek singkat. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Lebih dari seminggu, komentar Nenek Omi kembali berbeda. "Tumben, kamu telat sehari,"sahutnya. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Minggu selanjutnya,"kuemu agak kemanisan. Nenek lebih suka rasa buah daripada coklat."&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Karena sibuk, minggu selanjutnya Tina tidak sempat membuat kue, dan ketika ia berangkat kerja dan melewati rumah si nenek, nenek Omi keluar dan berteriak, "Hei Tina, mana kue nenek?"&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Satu kutipan berkata,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi. &lt;/blockquote&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ketika tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai. Ketika tidak menghargai, kita berhenti bersyukur. Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika hari ini kamu menangis, bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika hari ini kamu disakiti, bersyukurlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain... &lt;br /&gt;Jika hari ini kamu dikecewakan , bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar UNTUK MEMAAFKAN...&amp;lt;3&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat aku tak paham maksud Tuhan, aku memilih... percaya.. :| &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat aku tertekan oleh kekecewaan, aku memilih.... bersyukur..&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat rencana hidupku berantakan, aku memilih.... berserah..:) &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat putus asa melingkupiku, aku memilih.... tetap maju.. :&amp;gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dan saat ingin mengirimkan cerita ini, aku memilih.... KAMU, karena kamu sangat spesial di mata Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3415824330030704285?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3415824330030704285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3415824330030704285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3415824330030704285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3415824330030704285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/02/tina-dan-nenek-omi.html' title='Tina dan Nenek Omi...'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-225034534343237239</id><published>2011-02-19T22:19:00.005+07:00</published><updated>2011-02-20T20:20:58.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Kata-kata Indah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Answer-Simple-Love-Yourself-Spirit-ebook/dp/B001FA0UDG?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="The Answer is Simple...Love Yourself, Live Your Spirit!" height="200" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B001FA0UDG&amp;amp;tag=inspiratforth-20" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001FA0UDG" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini. Cobalah ambil sedikit untuk mengerti maknanya:&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah bengkokan, bukan akhir!&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang buta bertanya pada St. Anthony : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visimu!"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kamu menikmati dan merasa sudah diberkati, mohon mengirimkan juga ke orang lain. Karena siapa tau akan mencerahkan hari seseorang juga. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-225034534343237239?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/225034534343237239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=225034534343237239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/225034534343237239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/225034534343237239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/02/kata-kata-indah.html' title='Kata-kata Indah...'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1949641673232243576</id><published>2011-02-19T22:02:00.001+07:00</published><updated>2011-02-19T22:06:18.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Ibu...</title><content type='html'>&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Where-There-Love-God-ebook/dp/B003F3FJZ0?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Where There Is Love, There Is God: A Path to Closer Union with God and Greater Love for Others" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=B003F3FJZ0&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=B003F3FJZ0" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;Sungguh aku sangat terharu membacanya...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Aku mempunyai pasangan hidup...&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saat senang aku cari pasanganku&lt;br /&gt;Saat sedih aku cari ibu&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku&lt;br /&gt;Saat gagal aku ceritakan pada ibu&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saat bahagia aku peluk erat pasanganku&lt;br /&gt;Saat sedih aku peluk erat ibuku&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saat liburan aku bawa pasanganku&lt;br /&gt;Saat aku sibuk anak diantar ke rumah ibu&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saat sambut valentine selalu beri hadiah pada pasangan. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat sambut hari ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Selalu aku ingat pasanganku&lt;br /&gt;Selalu ibu yang ingat aku&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Setiap saat aku akan telepon pasanganku&lt;br /&gt;Kalau ingat aku akan telepon ibu&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Renungkan:&lt;br /&gt;"Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja...&lt;br /&gt;bolehkah kau kirim uang untuk ibu?&lt;br /&gt;Ibu tidak minta banyak... lima puluh ribu sebulan pun cukuplah".&lt;br /&gt;Berderai air mata jika kita mendengarnya........&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Tapi kalau ibu sudah tiada...... Tapi kalau ibu sudah tiada ..........&lt;br /&gt;Ibu aku RINDU.......AKU RIIINDDUU... SANGAT RINDU....&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #004080; font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya....&lt;br /&gt;berapa banyak yang sanggup melap muntah ibunya.....&lt;br /&gt;berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya.....&lt;br /&gt;berapa banyak yang sanggup..... membersihkan najis ibunya.......&lt;br /&gt;berapa banyak yang sanggup......membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya....&lt;br /&gt;berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhir sekali berapa banyak yang mendoakan/sembahyang JENAZAH ibunya......&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1949641673232243576?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1949641673232243576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1949641673232243576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1949641673232243576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1949641673232243576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/02/ibu.html' title='Ibu...'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8434315783354151891</id><published>2011-01-12T13:49:00.005+07:00</published><updated>2011-01-12T13:55:53.160+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Punya Rencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/TS1PAQJotZI/AAAAAAAAAFc/WIBMasth6S0/s1600/ulangalik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/TS1PAQJotZI/AAAAAAAAAFc/WIBMasth6S0/s200/ulangalik.jpg" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tuhan menciptakan segala sesuatunya indah pada akhirnya&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Frank Slazak, mempunyai impian untuk menjadi astronot. Meski ia tidak memiliki sesuatu sebagai syarat kualifikasi. Akan tetapi ketika Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Ia merasa impiannya akan segera menjadi kenyataan. Hari itu juga ia mengirimkan surat lamaran ke Washington . Berhari-hari ia telah menunggu dan akhirnya datanglah amplop berlogo NASA. Doanya terkabulkan! Lolos dari tes tahap kedua, membuat ia semakin dekat pada impian itu. Tinggal sebentar lagi ia akan menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dari 43.000 pelamar, ia pun lolos ke 100 orang pelamar dan mengikuti tes tahap akhir. Berarti semua tes telah dilalui. Namun ketika NASA mengumumkan bahwa yang terpilih adalah Christina McAufliffe. Seketika itu juga ia merasa kalah dan masa depannya telahhancur, ia marah, depresi dan rasa percaya dirinya lenyap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pada tanggal 28 Januari 1986 silam, ia melihat tujuh puluh tiga detik setelah peluncuran, Challanger itu meledak dan menewaskan semua penumpang. Kejadian itu seketika membuatnya menyadari, bahwa memang Tuhan memiliki alasan dan misi yang lebih indah dalam hidupnya. Ia bersyukur karena tidak semua doa dan keinginannya dikabulkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika apa yang telah kita doakan dengan sungguh-sungguh belum juga menjadi kenyataan hingga hari ini, semua itu bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita. Tuhan melakukannya karena Ia mempunyai suatu alasan  dan tujuannya adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi manusia itu sendiri. Tuhan terlebih tahu apakah doa itu akan mendatangkan kebaikan atau malah akan merugikan kita. Ingatlah Tuhan lebih mengetahui rancangan-rancangan apa yang baik bagi kita. Jadi, jika sampai hari ini ada doa-doa kita yang belum terjawab, jangan kecewa, percayalah Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan marah, jangan undur, tunggu waktu Tuhan, maka engkau akan melihat bahwa hal itulah yang terbaik bagimu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari berbagai sumber&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8434315783354151891?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8434315783354151891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8434315783354151891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8434315783354151891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8434315783354151891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/01/tuhan-punya-rencana.html' title='Tuhan Punya Rencana'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/TS1PAQJotZI/AAAAAAAAAFc/WIBMasth6S0/s72-c/ulangalik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5654489612679634542</id><published>2011-01-12T12:17:00.001+07:00</published><updated>2011-01-12T12:17:40.795+07:00</updated><title type='text'>Cinta Ayah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, anak perempuan yang sedang bekerja diperantauan, anak perempuan yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, anak perempuan yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Ayah?&lt;br /&gt;Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?  Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut… Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah” Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu……&lt;br /&gt;Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya…. Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia….. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .&lt;br /&gt;Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5654489612679634542?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5654489612679634542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5654489612679634542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5654489612679634542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5654489612679634542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2011/01/biasanya-bagi-seorang-anak-perempuan.html' title='Cinta Ayah'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-4316298057959692465</id><published>2010-05-20T10:29:00.006+07:00</published><updated>2011-01-12T09:17:28.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Love Dare</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/M5lSu6GkC2k/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/M5lSu6GkC2k&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266" src="http://www.youtube.com/v/M5lSu6GkC2k&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;Film ini menginspirasi banget tentang Tantangan Cinta (Love Dare) kalau belum punya filmnya beli ya...juga baca 40 tantangan cinta dibawah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Love-Dare-Stephen-Kendrick/dp/0805448853?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;The Love Dare&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0805448853" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;Day 1: Love is Patient&lt;br /&gt;The first part of this dare is fairly simple. Although love is communicated in a number of ways, our words often reflect the condition of our heart. For the next day, resolve to demonstrate patience and to say nothing negative to your spouse at all. If the temptation arises, choose to not say anything. It's better to hold your tongue than to say something you'll regret.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 2: Love is Kind&lt;br /&gt;In addition to saying nothing negative to your spouse again today, do at least one unexpected gesture as an act of kindness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 3: Love is Not Selfish&lt;br /&gt;Whatever you put your time, energy, and money into will become more important to you.  It's hard to care for something you are not investing in.  Along with restraining from negative comments, buy your spouse something that says "I was thinking of you today."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 4: Love is Thoughtful&lt;br /&gt;Contcact your spouse sometime during the business of the day.  Have no agenda other than asking how he or she is doing and if there is anything you could do for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 5: Love is Not Rude&lt;br /&gt;Ask your spouse to tell you three things that cause him or her to be uncomfortable or irritated with you.  You must do so without attacking them or justifying your behavior.  This is from their perspective only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Love-Dare-Day-Devotions-Couples/dp/1433668238?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;The Love Dare Day by Day: A Year of Devotions for Couples&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=1433668238" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 6: Love is Not Irritable&lt;br /&gt;Choose today to react to tough circumstances in your marriage in loving ways instead of with irritation.  Begin by making a list below of areas where you need to add margin to your schedule.  Then list any wrong motivations that you need to release from your life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 7: Love Believes the Best&lt;br /&gt;For today's dare, get two sheets of paper.  On the first one, spend a few minutes writing out positive things about your spouse.  Then do the same with negative things on the second sheet.  Place both sheets in a secret place for another day.  There is a different purpose and plan for each.  At some point during the remainder of the day, pick a positive attribute frm the first list and thank your spouse for having this characteristic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 8: Love is Not Jealous&lt;br /&gt;Determine to become your spouse's biggest fan and to reject any thoughts of jealousy.  To help you set your heart on your spouse and focus on their achievements, take yesterday's list of negative attributes and discreetly burn it.  Then share with your spouse how glad you are about a success he or she recently enjoyed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 9: Love Makes Good Impressions&lt;br /&gt;Think of a specific way you'd like to greet your spouse today.  Do it with a smile and with enthusiasm.  Then determine to change your greeting to reflect your love for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 10: Love is Unconditional&lt;br /&gt;Do something out of the ordinary today for your spouse - something that proves (to you and to them) that your love is based on your choice and nothing else.  Wash her car.  Clean the kitchen.  Buy his favorite dessert.  Fold the laundry.  Demonstrate love to them for the sheer joy of being their partner in marriage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Fireproof-Your-Marriage-Couples-Kit/dp/0978715373?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Fireproof Your Marriage Couple's Kit&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0978715373" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 11: Love Cherishes&lt;br /&gt;What need does your spouse have that you could meet today?  Can you run an errand?  Give a back rub or foot massage?  Is there housework you could help with?  Choose a gesture that says, "I cherish you" and do it with a smile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 12: Love Lets the Other Win&lt;br /&gt;Demonstrate love by willingly choosing to give in to an area of disagreement between you and your spouse.  Tell them you are putting their preference first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 13: Love Fights Fair&lt;br /&gt;Talk with your spouse about establishing healthy rules of engagement.  If your mate is not ready for this, then write out your own personal rules to "fight" by.  Resolve to abide by them when the next disagreement occurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 14: Love Takes Delight&lt;br /&gt;Purposefully neglect an activity you would normally do so you can spend quality time with your spouse.  Do something he or she would love to do or a project they'd really like to work on.  Just be together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 15: Love is Honorable&lt;br /&gt;Choose a way to show honor and respect to your spouse that is above your normal routine.  It may be holding the door for her.  It might be putting his clothes away for him.  It may be the way you listen and speak in your communication.  Show your mate that he or she is highly esteemed in your eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Couples-Study-Bundle-Books-Guides/dp/0978715349?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Love Dare &amp;amp; Couple's Study Bundle (Includes 2 Love Dare Books, a DVD &amp;amp; 2 Study Guides)&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0978715349" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 16: Love Intercedes&lt;br /&gt;Begin praying today for your spouse's heart.  Pray for three specific areas where you desire for God to work in your spouse's life and in your marriage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 17: Love Promotes Intimacy&lt;br /&gt;Determine to guard your mate's secretes (unless they are dangerous to them or you) and to pray for them.  Talk with your spouse, and resolve to demonstrate love in spite of these issues.  Really listen to them when they share personal thoughts and struggles with you.  Make them feel safe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 18: Love Seeks to Understand&lt;br /&gt;Prepare a special dinner at home, just for the two of you.  The dinner can be as nice as you prefer.  Focus this time on getting to know your spouse better, perhaps in areas you've rarely talked about.  Determine to make it an enjoyable evening for you and your mate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 19: Love is Impossible&lt;br /&gt;Look back over the dares from previous days.  Were there some that seemed impossible to you?  Have you realized your need for God to change your heart and to give you the ability to love?  Ask Him to how you where you stand with Him, and ask for the strength and grace to settle your eterenal destination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 20: Love is Jesus Christ&lt;br /&gt;Dare to take God at His Word.  Dare to trust Jesus Christ for salvation.  Dare to pray, "Lord Jesus, I'm a sinner.  But You have shown Your love for me by dying to forgive my sins, and You have proven Your power to save me from death by Your resurrection.  Lord, change my heart, and save me by Your grace."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Love-Dare-Bible-Study-Member/dp/1415866554?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;The Love Dare Bible Study Member Book&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=1415866554" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 21: Love is Satisfied in God&lt;br /&gt;Be intentional today about making a time to pray and read your Bible.  Try reading a chapter out of Proverbs each day (there are thiry-one - a full month's supply), or readin a chapter in the Gospels (Matthew, Mark, Luke, and John).  As you do, immerse yourself in the love and promises God has for you.  This will add to your growth as you walk with Him&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 22: Love is Faithful&lt;br /&gt;Love is a choice, not a feeling.  It is an initiated action, not a knee-jerk reaction.  Choose today to be committed to love even if your spouse has lost most of their interest in recieving it.  Say to them today in words similar to there, "I love you.  Period.  I choose to love you even if you don't love me in return."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 23: Love Always Protects&lt;br /&gt;Remove anything that is hindering your relationship, any addiction or influence that's stealing your affections and turning your heart away from your spouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 24: Love vs Lust&lt;br /&gt;End it now.  Identify every object of lust in your life and remove it.  Single out every lie you've swallowed in pursuing forbidden pleasure and reject it.  Lust cannot be allowed to live in a back bedroom.  It must be killed and destroyed - today - and replaced with the sure promises of God and a heart filled with His perfect love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 25: Love Forgives&lt;br /&gt;Whatever you haven't forgiven in your mate, forgive it today.  Let it go.  Just as we ask Jesus to "forgive us our debts" each day, we must ask Him to help us "forgive our debtors" each day as well.  Unforgiveness has been keeping you and your spouse in prison too long.  Say from your heart, "I choose to forgive."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Fireproof-Your-Marriage-Participants-Guide/dp/097871539X?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Fireproof Your Marriage: Participant's Guide&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=097871539X" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 26: Love is Responsible&lt;br /&gt;Take time to pray through your areas of wrongdoing.  Ask for God's forgiveness, then humble yourself enough to admit them to your spouse.  Do it sincerely and truthfully.  Ask your spouse for forgiveness as well.  No matter how they respond, make sure you cover your responsibility in love.  Even if they respond with criticism, accept it by receiving it as counsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 27Day 27: Love Encourages&lt;br /&gt;Eliminate the poison of unrealistic expectations in your home.  Think of one area where your spouse has told you you're expecting too much, and tell them you're sorry for being so hard on them about it.  Promise them you'll seek to understand, and assure them of your unconditional love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 28: Love Makes Sacrifices&lt;br /&gt;What is one of the greatest needs in your spouse's life right now?  Is there a need you could lift from their shoulders today by a daring act of sacrifice on your part?  Whether the need is big or small, purpose to do what you can to meet the need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 29: Love's Motivation&lt;br /&gt;Before you see your spouse again today, pray for them by name and for their needs. Whether it comes easy for you or not, say "I love you," then express love to them in some tangible way.  Go to God in prayer again, thanking Him for giving you the privilege of loving this one special person - unconditionally, the way He loves both of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 30: Love Brings Unity&lt;br /&gt;Isolate one area of division in your marriage, and look on today as a fresh opportunity to pray about it.  Ask the Lord to reveal anything in your own heart that is threatening oneness with your spouse.  Pray that He would do the same for them.  And if appropriate, discuss this matter openly, seeking God for unity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Fireproof-Your-Marriage-Leaders-Participants/dp/0978715381?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Fireproof Your Marriage: Leader's Guide [With Participant's Guide and 6 Session DVD]&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=0978715381" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 31: Love and Marriage&lt;br /&gt;Is there a "leaving" issue you haven't been brave enough to conquer yet?  Confess it to your spouse today, and resolve to make it right.  The oneness of your marriage is dependent upon it.  Follow this with a commitment to your spouse and to God to make your marriage the top priority over every other human relationship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 32: Love Meets Sexual Needs&lt;br /&gt;If at all possible, try to initiate sex with your husband or wife today.  Do this in a way that honors what your spouse has told you (or implied to you) about what they need from you sexually.  Ask God to make this enjoyable for both of you as well as a path to greater intimacy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 33: Love Completes Each Other&lt;br /&gt;Recognize that your spouse is integral to your future success.  Let them know today that you desire to include them in your upcoming decisions, and that you need their perspective and counsel.  If you have ignored their input in the past, admit your oversight and ask them to forgive you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 34: Love Celebrates Godliness&lt;br /&gt;Find a specific, recent example when your spouse demonstrated Christian character in a noticeable way.  Verbally commend them for this at some point today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 35: Love is Accountable&lt;br /&gt;Find a marriage mentor - someone who is a strong Christian and who will be honest and loving with you.  If you feel that counseling is needed, then take the first step to set up an appointment.  During this process, ask God to direct your decisions and discernment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Breach-of-Trust/dp/B001SK4JXK?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Breach of Trust&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001SK4JXK" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 36: Love is God's Word&lt;br /&gt;Commit to reading the Bible every day.  Find a devotional book or other resource that will give you some guidance.  If your spouse is open to it, see if they will commit to daily Bible reading with you.  Begin submitting each area of your life to its guidance and start building on the rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 37: Love Agrees in Prayer&lt;br /&gt;Ask your spouse if you can begin praying together.  Talk about the best time to do this, whether it's in the morning, your lunch hour, or before bedtime.  Use this time to commit your concerns, disagreements, and needs before the Lord.  Don't forget to thank Him for His provision and blessing.  Even if your spouse refuses to do this, resolve to spend this daily time in prayer yourself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 38: Love Fulfills Dreams&lt;br /&gt;Ask yourself what your mate would want if it was obtainable.  Commit this to prayer, and start mapping out a plan for meeting some (if not all) of their desires, to whatever level you possibly can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 39: Love Endures&lt;br /&gt;Spend time in personal prayer, then write a letter of commitment and resolve to your spouse.  Include why you are committing to this marriage until death, and that you have purposed to love them no matter what.  Leave it in a place that your mate will find it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 40: Love is a Covenant&lt;br /&gt;Write out a renewal of your vows and place them in your home.  Perhaps, if appropriate, you could make arrangements to formally renew your wedding vows before a minister and with family present.  Make it a living testament to the value of marriage in God's eyes and the high honor of being one with your mate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Dare-Love-Jaci-Burton/dp/160504279X?ie=UTF8&amp;amp;tag=inspiratforth-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Dare to Love&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=160504279X" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-4316298057959692465?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/4316298057959692465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=4316298057959692465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4316298057959692465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4316298057959692465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2010/05/love-dare.html' title='Love Dare'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1580189885876624182</id><published>2010-04-20T10:53:00.002+07:00</published><updated>2010-04-20T10:55:41.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Dua Orang Yang Baik tapi Mengapa Perkawinan Tidak Berakhir Baik</title><content type='html'>Bahan renungan utk memperkaya hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikiktpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia suka main catur, membuat kaligrafi, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang dianggap benar. Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan -lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kamu inginkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya. Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu..dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidak penting-lah!ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kebahagiaan Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1580189885876624182?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1580189885876624182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1580189885876624182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1580189885876624182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1580189885876624182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2010/04/dua-orang-yang-baik-tapi-mengapa.html' title='Dua Orang Yang Baik tapi Mengapa Perkawinan Tidak Berakhir Baik'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-988794629517470510</id><published>2010-02-06T13:00:00.003+07:00</published><updated>2010-02-06T13:10:42.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>10 Sepuluh Kualitas Pribadi</title><content type='html'>Artikel ini tentang Sepuluh Kualitas Pribadi, sederhana namun layak untuk dibaca dan direnungkan selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan secara konsisten...ada hal yang luar biasa akan Anda dapatkan dalam kehidupan Anda ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Brides-Baby-Harlequin-Romance/dp/037317506X?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="The Bride&amp;#39;s Baby (Harlequin Romance)" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=037317506X&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=037317506X" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rendah Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan sudah menjadi barang langka &amp; sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bersikap Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/One-Night-You-Sophie-Jordan/dp/0061339261?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="One Night with You" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=0061339261&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0061339261" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Briefly-Yours-Erotic-Romance-Novel/dp/0981718604?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Briefly Yours: An Erotic Romance Novel" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=0981718604&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0981718604" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Highlanders-Bed-Cathy-Maxwell/dp/0061122106?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=btl&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;In the Highlander&amp;#39;s Bed&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=btl&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0061122106" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bertanggung Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kepercayaan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kebesaran Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Easy Going&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Empaty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Razor-Burn-Romentics-Scott-Pomfret/dp/1594570345?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Razor Burn: A Romentics Novel" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=1594570345&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=1594570345" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Along-Ride-Romance-Matthews-Sisters/dp/0352341459?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="Along for the Ride: An Erotic Romance (Matthews Sisters, Book 2)" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=0352341459&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0352341459" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Book-Romance-Solomon-About-Intimacy/dp/0785288988?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="The Book of Romance: What Solomon Says About Love, Sex, and Intimacy" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=0785288988&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0785288988" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a imageanchor="1" target="_blank"  href="http://www.amazon.com/Restless-Knight-Dragons-Challon-Book/dp/0821780360?ie=UTF8&amp;tag=inspiratforth-20&amp;link_code=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969"&gt;&lt;img alt="A Restless Knight (The Dragons of Challon, Book 1)" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;ID=AsinImage&amp;WS=1&amp;Format=_SL160_&amp;ASIN=0821780360&amp;tag=inspiratforth-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=inspiratforth-20&amp;l=bil&amp;camp=213689&amp;creative=392969&amp;o=1&amp;a=0821780360" width="1" height="1" border="0" alt="" style="border:none !important; margin:0px !important; padding: 0px !important" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-988794629517470510?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/988794629517470510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=988794629517470510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/988794629517470510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/988794629517470510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2010/02/10-sepuluh-kualitas-pribadi.html' title='10 Sepuluh Kualitas Pribadi'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8400591083181822857</id><published>2009-12-08T09:47:00.005+07:00</published><updated>2009-12-08T10:07:26.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>PERSAHABATAN PETER DAN TINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sx3C5VCQj3I/AAAAAAAAAFI/8DOsf31gAxY/s1600-h/friendship.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sx3C5VCQj3I/AAAAAAAAAFI/8DOsf31gAxY/s200/friendship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412696617324154738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku." &lt;br /&gt;Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)&lt;br /&gt;Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?" &lt;br /&gt;Peter: "Eh? permainan apaan?"&lt;br /&gt;Tina: " Eng.. .. gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi     pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?" &lt;br /&gt;Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan." &lt;br /&gt;Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?" &lt;br /&gt;Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus"                                                                               Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."&lt;br /&gt;Peter : "Boleh juga..." mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 2:    &lt;br /&gt;Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati   mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.   &lt;br /&gt;                                                                                     Hari ke 3:                  &lt;br /&gt;Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 7:                                                              &lt;br /&gt;Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut. &lt;br /&gt;                                                                                     Hari ke 25: &lt;br /&gt;Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 41: &lt;br /&gt;Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.&lt;br /&gt;                                                                                     Hari ke 67: &lt;br /&gt;Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 72: &lt;br /&gt;Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China .. Tina  penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.&lt;br /&gt;                                                                                     &lt;br /&gt;Hari ke 84:  &lt;br /&gt;Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka.. Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 99:&lt;br /&gt;Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:20 pm &lt;br /&gt;Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."  &lt;br /&gt;Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?" &lt;br /&gt;Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya" Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:30 pm                                                                   &lt;br /&gt;Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik. &lt;br /&gt;Peter : " Ada apa pak?" Orang asing: " Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih&lt;br /&gt;memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10  menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan. &lt;br /&gt;                                                                                     23:53 pm&lt;br /&gt;Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya. &lt;br /&gt;                                                             &lt;br /&gt;Dear Peter...                                      &lt;br /&gt;ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu. &lt;br /&gt;                                                                     &lt;br /&gt;23:58 &lt;br /&gt;Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat   meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! Tina, Aku sayang kamu...!" Jam dinding berdentang 12 kali....&lt;br /&gt;jantung Tina berhenti berdetak. Hari itu adalah hari ke 100... Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dear Friends * ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda * Kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangatlemah dan butuh pertolongan? * Tahukah anda * Kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya? * Tahukah anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku * Tahukah anda * Kalau orang yang suka berpakaian *warna merah*, lebih yakin kepada dirinya sendiri? * Tahukah anda* Kalau orang yang suka berpakaian *warna kuning* adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri? * Tahukah anda * Kalau orang yang suka berpakaian *hitam *adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda * Kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat? * Tahukah anda * Bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?   Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tsb?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahukah anda * kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tsb pasti dikabulkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tahukah anda* bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,spt jatuh cinta,menjadi&lt;br /&gt;kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan,dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan. * Tapi jangan percaya semua yang saya katakan*, sebelum anda mencobanya sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, *bola PERSAHABATAN * ada dilapangan anda, kirim ini kepada orang yang benar2 sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Juga,jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola untuk orang lainnya .... karena *lebih baik memberi daripada menerima *bukan ??? =)Ok, inilah yang harus anda lakukan . : Kirim kepada SEMUA TEMAN anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8400591083181822857?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8400591083181822857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8400591083181822857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8400591083181822857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8400591083181822857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/12/persahabatan-peter-dan-tina.html' title='PERSAHABATAN PETER DAN TINA'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sx3C5VCQj3I/AAAAAAAAAFI/8DOsf31gAxY/s72-c/friendship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5944776173202541080</id><published>2009-09-05T13:27:00.005+07:00</published><updated>2011-01-12T08:52:13.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jangan Menyerah</title><content type='html'>&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-e9ec0f4e1681280b" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v14.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3De9ec0f4e1681280b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331184841%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5274364B4E10B0C6FDDB4ACB01CD68186A24747E.592B4CC2821665B39430272E7DBFFDE3C2FDCD18%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De9ec0f4e1681280b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D3tymoIABL_29iJQW6zggc6RHsfU&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v14.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3De9ec0f4e1681280b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331184841%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5274364B4E10B0C6FDDB4ACB01CD68186A24747E.592B4CC2821665B39430272E7DBFFDE3C2FDCD18%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De9ec0f4e1681280b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D3tymoIABL_29iJQW6zggc6RHsfU&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang terlahir sempurna, Jangan kau sesali&lt;br /&gt;Segala yang telah terjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jangan Menyerah by D'Masiv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada manusia&lt;br /&gt;Yang terlahir sempurna&lt;br /&gt;Jangan kau sesali&lt;br /&gt;Segala yang telah terjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti pernah&lt;br /&gt;Dapatkan cobaan yang berat&lt;br /&gt;Seakan hidup ini&lt;br /&gt;Tak ada artinya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff 1:&lt;br /&gt;Syukuri apa yang ada&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah&lt;br /&gt;Tetap jalani hidup ini&lt;br /&gt;Melakukan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada manusia&lt;br /&gt;Yang terlahir sempurna&lt;br /&gt;Jangan kau sesali&lt;br /&gt;Segala yang telah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff 2:&lt;br /&gt;Tuhan pasti kan menunjukkan&lt;br /&gt;Kebesaran dan kuasanya&lt;br /&gt;Bagi hambanya yang sabar&lt;br /&gt;Dan tak kenal Putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Menyerah, Jangan Menyerah&lt;br /&gt;Jangan Menyerah, Jangan Menyerah&lt;br /&gt;Jangan Menyerah, Jangan Menyerah&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dengar lagu ini, hatiku langsung tersentuh. Liriknya, meski sederhana namun dalem banget. Satu kalimat yang begitu mengena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Syukuri apa yang ada&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah&lt;br /&gt;Tetap jalani hidup ini&lt;br /&gt;Melakukan yang terbaik&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri apa yang telah diberikan Sang Pencipta apapun keadaan kita saat ini. Kalimat sederhana yang begitu mudah ditulis bahkan diucapkan, tapi tak mudah dijalani. Mendalami syair lagi D'Masiv ini sembari pikiran teringat pada bencana yang baru-baru ini terjadi semakin menyentuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri atas hidup kita dan iklas bahwa hidup adalah anugrah dari Sang Pencipta seburuk apa pun yang kita alami saat ini. Jangan menyerah, jangan menyerah tetap jalani hidup ini dengan melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang saat ini hidup berkecukupan ada satu pertanyaan buat Anda. Kapan terakhir kali Anda &lt;a href="http://balaibengong.blogspot.com/2009/06/bersyukur.html"&gt;bersyukur&lt;/a&gt; kepada Sang Pencipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat merenungi anugrah hidup dari Sang Pencipta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks to D'Masiv &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5944776173202541080?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=e9ec0f4e1681280b&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5944776173202541080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5944776173202541080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5944776173202541080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5944776173202541080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/09/jangan-menyerah.html' title='Jangan Menyerah'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5596174223698890040</id><published>2009-08-28T08:59:00.002+07:00</published><updated>2009-08-28T09:06:30.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Titik Hitam Di Atas Kertas Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sahabatbaik.files.wordpress.com/2009/07/black_dot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 263px;" src="http://sahabatbaik.files.wordpress.com/2009/07/black_dot.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, terus terang saya menjadi seorang yang merasa kehidupan dunia ini datar-datar saja, tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri. Bagi saya saat tidurlah suatu kebahagiaan terindah. Entahlah, saya begitu menyesal atas apa yang saya miliki, istri, pekerjaan, kehidupan, kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai harapan. Saya selalu merasa menjadi orang yang KEKURANGAN di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan. Saya tidak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat memberikan suatu nasehat yang sungguh luar biasa dan memberikan suatu gambaran utuh tentang sebuah arti syukur dalam kehidupan. Di suatu tempat aku dan sahabatku berbincang-bincang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...aku mengerti apa yang kau alami, tidak hanya kamu akupun sendiri pernah mengalami dan mungkin banyak orang lainnya, sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu, apa yang kamu lihat ?, ucap sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak melihat apa-apa semuanya putih, jawabku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya, sahabatku berkata "Nah..sekarang aku telah beri sebuah titik hitam diatas kertas itu, sekarang gambar apa yang kamu lihat?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihat satu titik hitam",jawabku cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pastikan lagi !", timpal sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"titik hitam",jawabku dengan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi? cobalah rubah sudut pandangmu, menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut sedangkan kenapa engkau hanya melihat hitamnya saja dan itu pun hanya setitik ?". Jawab Sahabatku dengan lantang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang mengertikah kamu ?, Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandangmu memandang hidup itu sendiri, jika engkau selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cobalah fahami, bukankah disekelilingmu penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kamu, kamu masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya ?, Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu dilain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada kamu, kamu masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpananmu di hari tua, tabungan , asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?" dan juga........ ......... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kamu, betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kamu, betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kamu lupa kelemahan dan kekurangan diri kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kamu, betapa mudahnya kamu menyalahkan dan mengingkari- Nya atas kesusahan hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kamu betapa mudahnya menyesali hidup kamu padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kamu dan menanti kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN KERTAS INI BERWARNA PUTIH ?, sekarang mengetikah engkau?", ucap sahabatku sambil pergi (entah kemana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya aku mengerti", ucapku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kertas itu aku ambil, aku buatkan satu pigora indah dan aku gantung di dinding rumahku. Bukan untuk SESEMBAHAN bagiku tapi sebagai PENGINGAT dikala lupa,..lupa. ..bahwa begitu banyak warna putih di hidupku daripada sebuah titik hitam. Sejak itu aku mencintai HIDUP ini. Bisa Hidup adalah suatu anugerah yang paling besar yang diberikan kepada kita oleh Perekayasa Agung... Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Pak Mariopun juga pernah berpesan kepadaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Tuhan menaruh kita pada tempat yang sulit supaya kita tahu dan menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi&lt;br /&gt;berkah bagimu ...&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU&lt;br /&gt;MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah rekan-rekan, kata-kata inilah yang menemani gambar kertas putih (bukan titik hitam) dipigoraku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5596174223698890040?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5596174223698890040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5596174223698890040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5596174223698890040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5596174223698890040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/08/titik-hitam-di-atas-kertas-putih.html' title='Titik Hitam Di Atas Kertas Putih'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8471696309666216130</id><published>2009-08-28T08:53:00.001+07:00</published><updated>2009-08-28T08:56:38.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Cinta Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.latexsens.com/LOVE%20Mother-and-Daughter-Holding-Hands-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 450px;" src="http://www.latexsens.com/LOVE%20Mother-and-Daughter-Holding-Hands-Posters.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya".&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.&lt;br /&gt;    Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Tahukah anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya. Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini. Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita. Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    There is a story living in us that speaks of our place in the world. It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti&lt;br /&gt;    Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan&lt;br /&gt;    Ambillah waktu utk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga&lt;br /&gt;    Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8471696309666216130?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8471696309666216130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8471696309666216130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8471696309666216130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8471696309666216130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/08/cinta-seorang-ibu.html' title='Cinta Seorang Ibu'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1489566504953587469</id><published>2009-06-17T15:58:00.002+07:00</published><updated>2009-06-17T16:10:03.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ghaniy.files.wordpress.com/2009/04/prayvz7.jpg?w=179&amp;h=220"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 179px; height: 220px;" src="http://ghaniy.files.wordpress.com/2009/04/prayvz7.jpg?w=179&amp;h=220" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas merupakan wujud syukur.&lt;br /&gt;Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.&lt;br /&gt;Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.&lt;br /&gt;Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;br /&gt;Pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat.&lt;br /&gt;Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang kaya.&lt;br /&gt;Orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak hal tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan dan orang-orang di sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;Seorang pengarang pernah mengatakan,"Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perwujudan rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa orang lain lebih beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi gemar gonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuni lain itu terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu,Lulu." Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?", tanyanya keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di Surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit.&lt;br /&gt;Di masa itulah kamu tumbuh...&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu.&lt;br /&gt;Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.&lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik.&lt;br /&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.&lt;br /&gt;Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;See all the ways you can stay connected to friends and family &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1489566504953587469?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1489566504953587469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1489566504953587469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1489566504953587469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1489566504953587469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/06/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2971947607493228530</id><published>2009-06-15T09:49:00.003+07:00</published><updated>2009-06-15T10:01:32.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tuhan Tidak Pernah Menyerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://www.bonheur.ch/typo3temp/pics/a9011a5134.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 163px;" src="https://www.bonheur.ch/typo3temp/pics/a9011a5134.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Desember 1988 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, "Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian...tiba- tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat  batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yang sempat menegurnya, "Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati." Bapak itu menjawab, "Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!" Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam, delapan belas jam. Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, "Armando!", dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil,&gt; "Papa!". Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak! Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid  itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, "Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah,&lt;br /&gt;putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam  pelukan-Nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Yesus sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita dan tidak akan pernah menyerah sampai kita sudah dalam pelukannya. ".....;seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."( Yosua 1:5b )&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2971947607493228530?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2971947607493228530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2971947607493228530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2971947607493228530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2971947607493228530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/06/tuhan-tidak-pernah-menyerah.html' title='Tuhan Tidak Pernah Menyerah'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2348654030519117442</id><published>2009-06-15T09:42:00.001+07:00</published><updated>2009-06-15T09:44:51.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Semangkuk Bakmi Panas</title><content type='html'>Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”&lt;br /&gt;Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku&lt;br /&gt;telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2348654030519117442?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2348654030519117442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2348654030519117442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2348654030519117442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2348654030519117442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/06/semangkuk-bakmi-panas.html' title='Semangkuk Bakmi Panas'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2196518448621395464</id><published>2009-05-14T08:55:00.003+07:00</published><updated>2009-05-14T09:06:39.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Rantai Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sgt8S-EJlGI/AAAAAAAAAFA/vGe3SbaLq3w/s1600-h/ArcticLove.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sgt8S-EJlGI/AAAAAAAAAFA/vGe3SbaLq3w/s200/ArcticLove.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335494848890377314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia&lt;br /&gt;berbuat hal sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat&lt;br /&gt;memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang&lt;br /&gt;uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuks, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai ini tdk akan pernah terputus.. percayalah, energi positif itu sifatnya menular...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2196518448621395464?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2196518448621395464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2196518448621395464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2196518448621395464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2196518448621395464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/05/rantai-kasih.html' title='Rantai Kasih'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sgt8S-EJlGI/AAAAAAAAAFA/vGe3SbaLq3w/s72-c/ArcticLove.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6042296909314276696</id><published>2009-05-01T09:26:00.002+07:00</published><updated>2009-05-01T09:36:00.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>When You Say I Love You</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpf5YWt-qI/AAAAAAAAAE4/p4IYhcFqkB0/s1600-h/img-set.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpf5YWt-qI/AAAAAAAAAE4/p4IYhcFqkB0/s200/img-set.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330678548341324450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya dengan sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang keluarga, bahwa jika si gadis memaksa terus bersama dengan sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena tekanan dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya. Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, "Seberapa besar kamu mencintaiku?"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang pemuda tdk begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis marah. Dan komentar-komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah kesal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang pemuda selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya... .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia melamar gadisnya, "Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata2 manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?" Si gadis setuju, dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka bertungan terlebih dahulu. Si gadis tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja, si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat air mata orangtuanya, dia berusaha untuk menghibur mereka. Tetapi dia menemukan... bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu..... Menurut dokter kecelakaan tersebut &gt; telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, gadis tersebut pingsan... Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu. Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau lagi menunggu nya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata... Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemuda... Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan di mana dia berada dan menyuruh pemuda tsb. untuk melupakannya.... Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan&lt;br /&gt;surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dlm undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya. Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa.... Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu.&lt;br /&gt;"I L O V E Y O U" Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya. ... Si gadis akhirnya tersenyum bahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu.. . dan baru kamu akan belajar cara memberi.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu.. ... dan baru kamu akan belajar cara menghargai.. ....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan pernah menyerah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keindahan Persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasiamu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar, mengandung banyak resiko...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata: "Aku mencintaimu. .."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;When loving someone... never regret what u do... only regret what u didn't do&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6042296909314276696?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6042296909314276696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6042296909314276696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6042296909314276696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6042296909314276696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/05/when-you-say-i-love-you.html' title='When You Say I Love You'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpf5YWt-qI/AAAAAAAAAE4/p4IYhcFqkB0/s72-c/img-set.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1923001114666850771</id><published>2009-05-01T09:16:00.002+07:00</published><updated>2009-05-01T09:20:53.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Antara Emas dan Kuningan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpcfn9Eo6I/AAAAAAAAAEw/KttQiTOhGgw/s1600-h/posting2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpcfn9Eo6I/AAAAAAAAAEw/KttQiTOhGgw/s200/posting2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330674807317242786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: " When We Have to Choice "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah seorang raja yg kaya raya &amp; sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas &amp; kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas &amp; kuningan tercampur menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas &amp; kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas &amp; mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat &amp; mana yg emasnya hanya 1 karat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH &amp; MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja &amp; merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH &amp; MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN &amp; SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, 'Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu: 'Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanya prajurit itu lagi: 'Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu prajurit itu berkeliling &amp; ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, 'Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang kaya itu, 'Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, 'Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,'Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, 'Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: 'Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas &amp; mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.' Tanya prajurit itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tuan, emas &amp; kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas &amp; mana yg kuningan, mana yg 1 karat &amp; mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting.' Jawabnya lugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit ini semakin penasaran, 'Mengapa bisa begitu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, 'Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain &amp; menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?' Tanya prajurit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja &amp; merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar &amp; berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,'Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah raja yg baik hati &amp; bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup ataupun yg telah menikah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN&lt;br /&gt;(setengah hari untuk memilih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN&lt;br /&gt;(setengah hari untuk merenungkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN &amp; KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bersamanya...Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. 'CINTA SELALU BERJUANG' Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN &amp; CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ BAGI YANG TELAH MENIKAH&lt;br /&gt;(setengah hari untuk memutuskan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi &amp; bercerai lagi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...!!!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1923001114666850771?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1923001114666850771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1923001114666850771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1923001114666850771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1923001114666850771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/05/antara-emas-dan-kuningan.html' title='Antara Emas dan Kuningan'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sfpcfn9Eo6I/AAAAAAAAAEw/KttQiTOhGgw/s72-c/posting2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2385172076953347944</id><published>2009-04-21T08:23:00.005+07:00</published><updated>2009-04-21T08:36:16.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Filosofi Pohon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Se0jCed7KqI/AAAAAAAAAEo/qpac4HzMHrw/s1600-h/redwood-tree.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Se0jCed7KqI/AAAAAAAAAEo/qpac4HzMHrw/s200/redwood-tree.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326952459694451362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal yg kita bisa belajar tentang pohon kata dia :&lt;br /&gt;1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri - Buah adalah hasil dari pohon ...dari mana pohon memperoleh makan ? Pohon memperoleh makan dari tanah semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak ... ini berbicara tentang /kedekatan/ hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita ... Ada cerita menarik ...katanya buah kurma itu manis sekali ... Kenapa bisa begitu ? &lt;span class="fullpost"&gt; Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir ... Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan ... Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yg manis di tengah padang pasir ..... Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yg luar biasa... Seperti perumpamaan pegas yg memiliki daya dorong kuat ketika ditekan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang - Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yg menikmati justru orang lain ... Ini bicara tentang prinsip /memberi/ ...dimana kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja utk memberi buah ....artinya apa ? kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yg membutuhkan ... Jadi bukan utk kenikmatan sendiri.../cukupkanlah dirimu dengan apa yg ada padamu/ ....tapi tidak pernah ada kata cukup utk memberkati orang lain dengan pemberian kita ... Pelajaran dari Warren Buffet seperti email yg sering anda terima tentang kehidupan dia...beliau adalah orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan, katanya masih hidup di rumah yg sama yg dia tinggalin puluhan tahun lalu, pakai mobilnya yg lama juga....tapi ketika kekayaannya 35 Miliar USD dia berkomitmen utk menyumbang 31 Miliar USD, itu katanya pas jaman pemerintahan Bill Clinton awal ... Sekarang kekayaannya justru bertambah2 banyak. ..... Berapa banyak dari kita yg sulit utk menahan nafsu terhadap barang2 bermerek, mobil2 mewah, gonta ganti HP .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buah yg dihasilkan pohon itu menghasilkan biji,dan biji itu menghasilkan multiplikasi - Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi /impact/ terhadap orang lain ... Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan ...tapi masalah pengaruh dan inspirasi yg diberikan kepada orang lain ... Claudio Ranieri, pelatih Juventus berkata bahwa Del Piero itu adalah pemimpin, walau ban kaptennya dicopot sekalipun dia tetap pemimpin...ngerti kan ? Bukan mengenai ban kaptennya, itu hanya pengakuan saja... Bicara tentang impact, pendiri Astra bercita2 menjadikan perusahaan ini sebagai sebuah pohon besar yg rindang dan menjadi tempat berteduh buat banyak orang ...dan hal itu mulai tercapai hari2 ini dengan jumlah karyawan 120.000 artinya memberi penghidupan kepada sekitar 600.000 jiwa.... Perusahaan ini dibangun bukan karena keserakahan memperkaya diri sendiri, tapi karena cita2 utk /Menjadi milik yg bermanfaat bagi bangsa dan negara/ (Catur Dharma ke-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yg diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.... dari berbagai submer&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2385172076953347944?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2385172076953347944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2385172076953347944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2385172076953347944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2385172076953347944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/04/filosofi-pohon.html' title='Filosofi Pohon'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Se0jCed7KqI/AAAAAAAAAEo/qpac4HzMHrw/s72-c/redwood-tree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2459010305790119151</id><published>2009-04-13T14:16:00.002+07:00</published><updated>2009-04-13T14:30:51.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Empat Skenario</title><content type='html'>Skenario 1&lt;br /&gt;Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh. Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita. "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita. Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 2&lt;br /&gt;Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang. Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 3&lt;br /&gt;Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita)menjawab telepon kita. "Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menemukan handphone kita berkata, "Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya." Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut? Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario 4&lt;br /&gt;Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah. Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS : "Bapak/Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa. Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut? Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral Dari Cerita Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas? Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya. Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.  Kita berikan dia ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hal yang aneh di sini. Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik? Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah orang pada skenario pertama. Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas. Manakah orang yang paling tidak baik? Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit. OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali. Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta. Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu. Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri? Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain. Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa. Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut. Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur? Sebaiknya tidak. Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.Jangan sampai  kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita. Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh. Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bijak Hari Ini.&lt;br /&gt;Mari kita kembangkan sikap 3M&lt;br /&gt;1. Mulai dari hal kecil&lt;br /&gt;2. Mulai dari diri sendiri&lt;br /&gt;3. Mulai lah hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2459010305790119151?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2459010305790119151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2459010305790119151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2459010305790119151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2459010305790119151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/04/empat-skenario.html' title='Empat Skenario'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-812555568120079751</id><published>2009-04-13T13:48:00.002+07:00</published><updated>2009-04-13T13:51:33.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah 3 pohon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tpwd.state.tx.us/spdest/findadest/parks/goose_island/media/images/bigtreeb_500x277.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 277px;" src="http://www.tpwd.state.tx.us/spdest/findadest/parks/goose_island/media/images/bigtreeb_500x277.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wonderful story&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kita semua punya mimpi-mimpi yang hancur dan Allah tetap berdiri di atas mimpi-mimpi kita yang hancur karena Dia memiliki mimpi yang lebih baik, lebih tinggi, lebih agung bagi kita...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pohon kedua berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.&lt;br /&gt;Tetapi...doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi... ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berganti..., dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian suatu hari...&lt;br /&gt;Sepasang suami istri tiba di kandang.&lt;br /&gt;Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.&lt;br /&gt;Orang-orang datang dan menyembah bayi itu.&lt;br /&gt;Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian...&lt;br /&gt;Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai:&lt;br /&gt;"Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.&lt;br /&gt;Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...&lt;br /&gt;Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga.&lt;br /&gt;Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR.&lt;br /&gt;KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN. BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-812555568120079751?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/812555568120079751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=812555568120079751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/812555568120079751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/812555568120079751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/04/kisah-3-pohon.html' title='Kisah 3 pohon'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1823940968709223306</id><published>2009-03-16T08:55:00.003+07:00</published><updated>2009-03-16T09:10:47.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Sebuah kisah salah pengertian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sb21HijGCVI/AAAAAAAAAEg/Kz-ODUrDsrQ/s1600-h/1068.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sb21HijGCVI/AAAAAAAAAEg/Kz-ODUrDsrQ/s200/1068.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313602276504766802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah mengkhianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar&lt;br /&gt;saya seperti adegan dalam film India dan berkata: "Mari, kita jemput nenek di kampung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami berbadan tinggi besar, aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham  diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek: "Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira". Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: "Ibu, ini kebiasaan orang kota, lambat laun ibu akan terbiasa juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata: "Putriku, kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya: dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah&lt;br /&gt;rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan&lt;br /&gt;marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata: "Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan piring itu bisa membuatmu mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana menjadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu&lt;br /&gt;sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari agar tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:"Luci, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata: "Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi". Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan &lt;br /&gt;terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian! Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh.. suamiku segera mengejarnya keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek. Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan&lt;br /&gt;nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Luci, sebaiknya kamu periksa ke dokter". Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera&lt;br /&gt;memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya... Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.&lt;br /&gt;Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.. Sambil menangis aku menjerit dalam hati: "Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?" Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika............ dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat&lt;br /&gt;lambat. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jantungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak&lt;br /&gt;ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi........., semua berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan&lt;br /&gt; hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya: "Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya". Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."Luci, kamu hamil?" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg mengalir keluar dengan derasnya. Aku menjawab: "Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi". Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukkan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku. Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak&lt;br /&gt;bisa diambil kembali. Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata: "Maafkan aku,&lt;br /&gt;maafkan aku". Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pemberian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani suratitu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ , itu adalah dulu, saat cintaku&lt;br /&gt;masih membara, sekarang apa lagi yg aku miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard&lt;br /&gt;komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus&lt;br /&gt;kering, aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya.. aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit seperti saat ini.. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjizat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi&lt;br /&gt;kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi peduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata  selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara.. Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami. "Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku... Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai&lt;br /&gt;kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. "Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun-tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu&lt;br /&gt;dan adalah orang yg paling ayah cintai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK , SD , SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku. "Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah&lt;br /&gt;memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita.. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: "Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya". Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum... ....... anak  itu tetap dalam dekapannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata.....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah pesan dari cerita ini: "Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1823940968709223306?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1823940968709223306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1823940968709223306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1823940968709223306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1823940968709223306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/03/sebuah-kisah-salah-pengertian.html' title='Sebuah kisah salah pengertian'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sb21HijGCVI/AAAAAAAAAEg/Kz-ODUrDsrQ/s72-c/1068.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3140466360758171031</id><published>2009-03-13T08:30:00.003+07:00</published><updated>2009-03-13T08:44:18.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ketika TUHAN mengatakan Tidak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sbm6IbcABFI/AAAAAAAAAEY/f0sMPqQiIys/s1600-h/tangan-berdoa-small-size.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sbm6IbcABFI/AAAAAAAAAEY/f0sMPqQiIys/s200/tangan-berdoa-small-size.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312481889427129426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya  Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan  berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau  yang harus menyerahkannya." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Tuhan  sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan  berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya  hanyalah sementara." &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku  kesabaran. Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dlm menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya  sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kebahagiaan. Tuhan  berkata, "Tidak. Kuberi berkat, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan jauhkan aku dari  kesusahan. Tuhan  berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat  duniawi dan mendekatkanmu pada Ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya  Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat. Tuhan  berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau  menikmati segala hal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan bantu aku  mencintai orang lain, sebesar cinta-Mu padaku. Tuhan berkata... "Ahhhh,  akhirnya kau mengerti!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang kala kita berpikir  bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha,  pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita  mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama  sekali. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan  mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang  mendapatkannya tanpa susah  payah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita  mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan,  orang lain dengan mudah berganti pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Coba kita  bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang  demam dan pilek, lalu kita melihat tukang  es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita meminta pada orang tua  kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan  merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu  dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua  kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es  yang lezat itu. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Begitu pula  dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa  yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang,  atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya. Karena  Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3140466360758171031?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3140466360758171031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3140466360758171031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3140466360758171031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3140466360758171031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/03/ketika-tuhan-mengatakan-tidak.html' title='Ketika TUHAN mengatakan Tidak'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/Sbm6IbcABFI/AAAAAAAAAEY/f0sMPqQiIys/s72-c/tangan-berdoa-small-size.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-7844216345616423914</id><published>2009-03-11T08:26:00.003+07:00</published><updated>2009-03-11T08:36:44.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Siap tidak siap, hadapilah tembokmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SbcVaARWNlI/AAAAAAAAAEQ/XbnnLLYxOQ0/s1600-h/300hole.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SbcVaARWNlI/AAAAAAAAAEQ/XbnnLLYxOQ0/s200/300hole.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311737822000330322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya menyampaikan secuil pemikiranku akan sebuah kuis di TV yang sering diputar belum lama ini, HOLE IN THE WALL. Setiap tantangan dimulai, sang MC dengan lantang berteriak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SIAP TIDAK SIAP, HADAPILAH TEMBOKMU !”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Super...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku,&lt;br /&gt;Dalam hidup, walaupun kita sudah mencoba merencanakan dengan sangat baik, adakalanya kita dihadapkan dengan TEMBOK (baca: masalah). Saat kita dihadapkan kepada masalah tersebut, apa pilihan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghindar atau lari dari masalah mungkin opsi yang terbersit pertama dalam pikiran.&lt;br /&gt;Tapi ada kalanya, kita tidak punya pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menghadapinya... ......siap tidak siap, terima tidak terima, hadapi tembokmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat dalam salah satu episode MTBA, Pak Mario pernah berkata, seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Belajarlah dari semut. Saat berjalan dan dihadapkan dengan tembok di depannya, mereka melihatnya hanya sebagai jalan naik menuju ke atas, tidak lebih. (Mario Teguh)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Super sekali cara pandang beliau.&lt;br /&gt;Ya, cara pandang kita akan masalah, menjadi faktor penguat kita untuk menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, kita semua terlahir sebagai pemenang? Bahkan lebih dari pemenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saat kita terlahir di dunia ini, benih PEMENANG bahkan LEBIH DARI PEMENANG telah ada dalam diri kita. Ubah cara pandang kita yang mengkerdilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,&lt;br /&gt;Bukankah kita punya Tuhan yang selalu setia menopang dan membantu dalam menghadapi setiap masalah? Walaupun kita kurang setia kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak pernah berkata, Jangan beritahu Tuhan-mu, betapa besar masalahmu tapi beritahu masalahmu, betapa besar Tuhan-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku,&lt;br /&gt;Batu yang keras saja, bisa dilubangi oleh tetesan air yang terus menerus berusaha dalam kesabaran.&lt;br /&gt;Sekeras apapun tembok kita, SELALU masih ada kemungkinan untuk dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu, pesan Pak Mario bahwa hidup ini seperti 2 sisi koin, maka di balik permasalahan, pasti ada hal baik di sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keberhasilan sejati jika kita selalu lari dari masalah.&lt;br /&gt;Tidak ada keberhasilan sejati tanpa jatuh bangun.&lt;br /&gt;Tidak ada keberhasilan sejati tanpa kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang yang setia, setia untuk menghadapi tembok.&lt;br /&gt;Setia untuk bangkit saat terjatuh, dan berusaha lagi sampai berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-7844216345616423914?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/7844216345616423914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=7844216345616423914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7844216345616423914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7844216345616423914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/03/siap-tidak-siap-hadapilah-tembokmu.html' title='Siap tidak siap, hadapilah tembokmu'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SbcVaARWNlI/AAAAAAAAAEQ/XbnnLLYxOQ0/s72-c/300hole.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6439550021983677046</id><published>2009-02-26T12:56:00.004+07:00</published><updated>2009-02-26T13:03:49.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Hikayat Batu dan Pohon Ara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SaYv7ZJAZCI/AAAAAAAAAEA/-WjEvabkONs/s1600-h/cursing_of_fig_tree.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SaYv7ZJAZCI/AAAAAAAAAEA/-WjEvabkONs/s200/cursing_of_fig_tree.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306981908310156322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alkisah pada suatu saat di sebuah negeri di timur tengah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang saudagar yang sangat kaya raya tengah mengadakan perjalanan bersama kafilahnya. Di antara debu dan bebatuan, derik kereta diselingi dengus kuda terdengar bergantian. Sesekali terdengar lecutan cambuk sais di udara.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di tengah rombongan itu tampaklah pria berjanggut, berkain panjang dan bersorban ditemani seorang anak usia belasan tahun. Keduanya berpakaian indah menawan. Dialah sang Saudagar bersama anak semata wayangnya. Mereka duduk pada sebuah kereta yang mewah berhiaskan kayu gofir dan permata yaspis. Semerbak harum bau mur tersebar di mana-mana. Sungguh kereta yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iring-iringan barang, orang dan hewan yang panjang itu berjalan perlahan, dalam kawalan ketat para pengawal. Rombongan itu bergerak terus hingga pada suatu saat mereka di sebuah tanah lapang berpasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak bebatuan diletakkan teratur di beberapa tempat. Pemandangan ini menarik bagi sang anak sehingga ia merasa perlu untuk bertanya pada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bapa , mengapa tampak olehku bebatuan diletakkan dengan teratur di sekitar daerah ini. Apakah gerangan semua itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Pengamatanmu amat baik, anakku," jawab Ayahnya, "bagi orang biasa itu hanyalah batu, tetapi bagi mereka yang memiliki hikmat, semua itu akan tampak berbeda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Apakah yang dilihat oleh kaum cerdik cendikia itu, Bapa  ?, tanya anaknya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Mereka akan melihat itu sebagai mutiara hikmat yang tersebar, memang hikmat berseru-seru di pinggir jalan, mengundang orang untuk singgah, tetapi sedikit dari kita yang menggubris ajakan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Apakah Bapa  akan menjelaskan perkara itu padaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tentu buah hatiku", sahut Sang Saudagar sambil mengelus kepala anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dahulu, ketika aku masih belia, hal inipun menjadi pertanyaan di hatiku. Dan kakekmu, menerangkan perkara yang sama, seperti saat ini aku menjelaskan kepadamu. Pandanglah batu-batu itu dengan seksama. Di balik batu itu ada sebuah kehidupan. Masing-masing batu yang tampak olehmu sebenarnya sedang menindih sebuah biji pohon ara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tidakkah benih pohon ara itu akan mati karena tertindih batu sebesar itu Bapa ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tidak anakku. Sepintas lalu memang batu itu tampak sebagai beban yang akan mematikan benih pohon ara. Tetapi justru batu yang besar itulah yang membuat pohon ara itu sanggup bertahan hidup dan berkembang sebesar yang kau lihat di tepi jalan kemarin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bilakah hal itu terjadi Bapa      ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Batu yang besar itu sengaja diletakkan oleh penanamnya menindih benih pohon ara. Mereka melakukan itu sehingga benih itu tersembunyi terhadap hembusan angin dan dari mata segala hewan. Sampai beberapa waktu kemudian benih itu akan berakar, semakin banyak dan semakin kuat. Walau tidak tampak kehidupan di atas permukaannya, tetapi di bawah, akarnya terus menjalar. Setelah dirasa cukup barulah tunasnya akan muncul perlahan. Pohon ara itu akan tumbuh semakin besar dan kuat hingga akhirnya akan sanggup menggulingkan batu yang menindihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pohon ara itu hidup. Dan hampir di setiap pohon ara akan kau temui, sebuah batu, seolah menjadi peringatan bahwa batu yang pernah menindih benih pohon ara itu tidak akan membinasakannya. Selanjutnya benih itu menjadi pohon besar yang mampu menaungi segala mahluk yang berlindung dari terik matahari yang membakar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Apakah itu semua tentang kehidupan ini Bapa  ?" tanya anaknya. Sang Saudagar menatap anaknya lekat-lekat sambil tersenyum, kemudian meneruskan penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Benar anakku. Jika suatu saat engkau di dalam masa-masa hidupmu, merasakan terhimpit suatu beban yang sangat berat ingatlah pelajaran tentang batu dan pohon ara itu. Segala kesulitan yang menindihmu, sebenarnya merupakan sebuah kesempatan bagimu untuk berakar, semakin kuat, bertumbuh dan akhirnya tampil sebagai pemenang. Camkanlah, belum ada hingga saat ini benih pohon ara yang tertindih mati oleh bebatuan itu. Jadi jika benih pohon ara yang demikian kecil saja diberikan kekuatan oleh Sang Khalik untuk dapat menyingkirkan batu di atasnya, bagaimana dengan kita ini. Dan Yang Maha Perkasa itu bahkan sudah menanamkan keilahian-Nya pada diri-diri kita. Dan menjadikan kita, manusia ini jauh melebihi segala mahluk di muka bumi ini. Perhatikanlah kata-kata ini anakku. &lt;blockquote&gt;Pahatkan pada loh-loh batu hatimu, sehingga engkau menjadi bijak dan tidak dipermainkan oleh hidup ini. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6439550021983677046?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6439550021983677046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6439550021983677046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6439550021983677046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6439550021983677046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/02/hikayat-batu-dan-pohon-ara.html' title='Hikayat Batu dan Pohon Ara'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SaYv7ZJAZCI/AAAAAAAAAEA/-WjEvabkONs/s72-c/cursing_of_fig_tree.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8128351179791851681</id><published>2009-02-09T09:29:00.004+07:00</published><updated>2009-02-09T09:39:25.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kecerdasan Scholastic vs Kecerdasan Emosional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SY-Vmid-44I/AAAAAAAAADo/D0Ef4EzyYOo/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SY-Vmid-44I/AAAAAAAAADo/D0Ef4EzyYOo/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300619775758492546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;......Aku Biasa - Biasa Aja !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya ? Boleh jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa, menggambar (visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi, pernahkah kita membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal ? Rasanya jarang, sebab ketiga kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable, tidak bisa dihitung, dan sayang sekalin tidak ada pontennya&lt;br /&gt;(nilainya) di sekolah, karena di sekolah hanya memberikan penilaian kuantitatif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bu, Ifa pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, menggambar....pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya hfalannya banyaaak... sekali!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya memang fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau mbak Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya," Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja". Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya fani memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun ) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..!&lt;br /&gt;Sekarang salaman ya... saling memaafkan".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..."Â  Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdas an emosional seperti itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri, sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka ketika Fani mengatakan "AKU BIASA-BIASA SAJA", maka saat itu ibunya menjawab "Alhamdulillah, mbak Fani suka menolong teman-teman, tidak sombong, mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Fani, diteruskan dan disyukuri ya..?" Ya... ibunya ingin mensupport dan memberikan reward yang positif bagi Fani. Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah.Â  Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional anak-anak kita? Kalu belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8128351179791851681?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8128351179791851681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8128351179791851681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8128351179791851681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8128351179791851681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/02/kecerdasan-scholastic-vs-kecerdasan.html' title='Kecerdasan Scholastic vs Kecerdasan Emosional'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SY-Vmid-44I/AAAAAAAAADo/D0Ef4EzyYOo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6882122916281587187</id><published>2009-02-07T09:31:00.003+07:00</published><updated>2009-02-07T09:53:33.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Wanita Ciptaan Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYz3mm2ufwI/AAAAAAAAADg/LHOMNjtjWPU/s1600-h/cheney2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYz3mm2ufwI/AAAAAAAAADg/LHOMNjtjWPU/s200/cheney2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299883104145407746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Aku menciptakan pria, Aku membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi engkau, wanita, Aku menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga Aku dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau. Aku membuat pria tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu tulang, Aku menghiasmu. Aku memilih tulang yang melindungi kehidupan pria. Aku memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru dan mendukungnya, sebagaimana begitui juga harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, Aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, hati dan jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-parunya menggenggam nafas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat. Engkau adalah malaikat-Ku yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah gadis kecilku yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-Ku terpuaskan ketika aku melihat hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matamu -- jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. Aku telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. Aku menggenggam hatimu dekat dengan-Ku. Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang&lt;br /&gt;paling mirip dengan Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berjalan bersamaku di hari yang dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-Ku. Dia hanya dapat merasakan-Ku. Jadi semua yang Aku ingin Pria berbagi denganku, aku membentuknya di dalam kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan-Ku, kemurnian-Ku, cinta-Ku, perlindungan-Ku dan dukungan-Ku. Engkau adalah istimewa karena engkau adalah perpanjangan tangan-Ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria - perlakukan wanita dengan baik. Cintailah dia, hormatilah dia, karena ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-Ku. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-Ku. Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri, hati Bapa-mu....yang juga hati Bapa-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah Kuberikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6882122916281587187?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6882122916281587187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6882122916281587187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6882122916281587187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6882122916281587187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/02/wanita-ciptaan-tuhan.html' title='Wanita Ciptaan Tuhan'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYz3mm2ufwI/AAAAAAAAADg/LHOMNjtjWPU/s72-c/cheney2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-95854320610403091</id><published>2009-02-07T09:02:00.002+07:00</published><updated>2009-02-07T09:26:52.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>LIFE IS SO PRECIOUS !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYzxZkXYZ-I/AAAAAAAAADQ/Y1vSHVj5AOk/s1600-h/terbang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYzxZkXYZ-I/AAAAAAAAADQ/Y1vSHVj5AOk/s200/terbang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299876283068999650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat aku meloncat dari atas gedung...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat pasangan yang kutahu sudah saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lantai 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 8, Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 7, Dan sedang minum obat anti depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 6, Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 5, Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 4, Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 3, si pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lantai 2, Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku melompat dari atas gedung, kupikir aku adalah orang yang paling malang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kulihat semuanya itu, aku sadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Be grateful for whoever you are....coz if u compare it to others, u'll be suprised of their secret life&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bersyukurlah atas dirimu apa adanya... karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;God Bless You All ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-95854320610403091?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/95854320610403091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=95854320610403091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/95854320610403091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/95854320610403091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/02/life-is-so-precious.html' title='LIFE IS SO PRECIOUS !'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYzxZkXYZ-I/AAAAAAAAADQ/Y1vSHVj5AOk/s72-c/terbang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3609339803281121883</id><published>2009-02-03T08:37:00.005+07:00</published><updated>2009-02-03T08:59:42.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYeiBJoK0sI/AAAAAAAAADI/13gA3CJilks/s1600-h/friendship.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYeiBJoK0sI/AAAAAAAAADI/13gA3CJilks/s200/friendship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298381627272647362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan penguasa yang paling berkuasa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung. Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah ketinggian. Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka&lt;br /&gt;seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam. Semua tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi 'patung logam' yang lebih indah dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan - dan bahkan mungkin trauma - yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yang&lt;br /&gt;amat berguna dalam keadaan-keadaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan. Di kantor saya memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun setelah di maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tetangga menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang tinggal di Surabaya menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari kesalahan itu baru luar biasa&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung. Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi. Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya, ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti&lt;br /&gt;ada beban di bahu yang berkurang jauh beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada memang orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya dipanggil orang. Cuman, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya lebih memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuma sesedikit apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita bisa berikan buat diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : 'saya bangga jadi teman Anda'. Inilah hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih sering datang&lt;br /&gt;ketika kita amat membutuhkannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3609339803281121883?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3609339803281121883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3609339803281121883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3609339803281121883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3609339803281121883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/02/hadiah-terbaik-untuk-diri-sendiri.html' title='Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SYeiBJoK0sI/AAAAAAAAADI/13gA3CJilks/s72-c/friendship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2639279441226877162</id><published>2009-01-27T08:31:00.002+07:00</published><updated>2009-01-27T08:39:46.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Nilai Seikat Kembang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SX5l2xHXLGI/AAAAAAAAADA/Jfltcr6Gj1o/s1600-h/bunga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SX5l2xHXLGI/AAAAAAAAADA/Jfltcr6Gj1o/s200/bunga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295782203405839458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saya Ny . Steven.  Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda.  Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya.  Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda.  Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu?  Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda.  Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa, maaf?" tanya wanita itu denga gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Nyonya.  Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya?  Saya Ny . Steven.  Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saati ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan.  Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2639279441226877162?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2639279441226877162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2639279441226877162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2639279441226877162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2639279441226877162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/01/nilai-seikat-kembang.html' title='Nilai Seikat Kembang'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SX5l2xHXLGI/AAAAAAAAADA/Jfltcr6Gj1o/s72-c/bunga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3968364827812149870</id><published>2009-01-15T17:56:00.004+07:00</published><updated>2009-01-15T18:03:00.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Sederhana Namun Penuh Makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i178.photobucket.com/albums/w274/snuggleslatebloomer/baby-4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 100px;" src="http://i178.photobucket.com/albums/w274/snuggleslatebloomer/baby-4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yang keras yang bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERTANYAAN :&lt;br /&gt;1. Apa 3 kata itu ?&lt;br /&gt;2. Apa makna cerita ini ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JAWABAN :&lt;br /&gt;(1) Sang Suami hanya mengatakan “SAYA BERSAMAMU ISTRIKU"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yang diberikan suaminya sekarang. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(2) MORAL CERITA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan orang lain atau siapa yang salah dalam sebuah hubungan atau dalam&lt;br /&gt;pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3968364827812149870?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3968364827812149870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3968364827812149870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3968364827812149870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3968364827812149870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2009/01/kisah-sederhana-namun-penuh-makna.html' title='Kisah Sederhana Namun Penuh Makna'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8730869299223643520</id><published>2008-12-26T15:38:00.003+07:00</published><updated>2008-12-26T15:50:26.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>SEBELUM KAMU MENGELUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSZ88Sy-uI/AAAAAAAAACc/76WghPFvtlg/s1600-h/work+hard+work.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSZ88Sy-uI/AAAAAAAAACc/76WghPFvtlg/s200/work+hard+work.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284017535068601058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluh, sering kali tanpa disadari hal itu kita perbuat. Berbagai macam hal negatif dapat membuat kita mengeluh. Kadang tak jelas apa yang kita keluhkan. Ada banyak hal yang dapat digunakan untuk memanage sikap kita agar kita tidak mudah mengeluh. Simak berikut ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01]. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02]. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03]. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04]. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05]. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06]. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07]. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08]. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09]. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10]. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11]. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Life is a gift &lt;br /&gt;b. Live it... &lt;br /&gt;c. Enjoy it... &lt;br /&gt;d. Celebrate it... &lt;br /&gt;e. And fulfill it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16]. It's true you don't know what you've got until it's gone, but it's also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAAT BUAT TEMAN2 SEMUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8730869299223643520?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8730869299223643520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8730869299223643520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8730869299223643520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8730869299223643520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/sebelum-kamu-mengeluh.html' title='SEBELUM KAMU MENGELUH'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSZ88Sy-uI/AAAAAAAAACc/76WghPFvtlg/s72-c/work+hard+work.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-7754879220440039439</id><published>2008-12-26T15:26:00.003+07:00</published><updated>2008-12-26T15:31:28.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>CINTA TAK SELALU BERWUJUD BUNGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSVhpGq8NI/AAAAAAAAACU/AVlFH1B91pk/s1600-h/Love_heart.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSVhpGq8NI/AAAAAAAAACU/AVlFH1B91pk/s200/Love_heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284012668014489810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah dari seorang sahabat……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa ?",tanya suami saya dengan terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,"jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung.. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ' teman baik kamu ' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang- barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". Dan tak selalu harus memiliki &amp; berbalas&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-7754879220440039439?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/7754879220440039439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=7754879220440039439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7754879220440039439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7754879220440039439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/cinta-tak-selalu-berwujud-bunga.html' title='CINTA TAK SELALU BERWUJUD BUNGA'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SVSVhpGq8NI/AAAAAAAAACU/AVlFH1B91pk/s72-c/Love_heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-7956020478678330426</id><published>2008-12-10T10:00:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T10:10:50.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Benarkah Menikah Didasari Oleh Kecocokkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8zMsQVEyI/AAAAAAAAACM/SRx29YKBuhE/s1600-h/rings1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8zMsQVEyI/AAAAAAAAACM/SRx29YKBuhE/s200/rings1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277993581432607522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda membaca tulisan ini, jawablah dalam hati bagaimana menurut Anda akan pertanyaan itu. Simpan jawaban Anda dalam hati dan mulailah membaca tulisan ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng...&lt;br /&gt;Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?..... ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.&lt;br /&gt;Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar..&lt;br /&gt;Lalu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada 'Komunikasi Dua Arah', 'Ada kerelaan mendengar kritik', 'Ada keikhlasan meminta maaf',&lt;br /&gt;'Ada ketulusan melupakan kesalahan' dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap  memanggil-manggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang naif, dan dibuat-buat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-7956020478678330426?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/7956020478678330426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=7956020478678330426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7956020478678330426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7956020478678330426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/benarkah-menikah-didasari-oleh.html' title='Benarkah Menikah Didasari Oleh Kecocokkan?'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8zMsQVEyI/AAAAAAAAACM/SRx29YKBuhE/s72-c/rings1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2694764136337036328</id><published>2008-12-10T09:49:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T09:52:49.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>EMPATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8u25NF2jI/AAAAAAAAACE/rrGaZcHg2pc/s1600-h/andys_corner.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8u25NF2jI/AAAAAAAAACE/rrGaZcHg2pc/s320/andys_corner.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277988808905054770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by: &lt;a href="http://www.kickandy.com"&gt;Andy F. Noya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chiken Soup”, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata “terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?’’ Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2694764136337036328?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2694764136337036328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2694764136337036328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2694764136337036328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2694764136337036328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/empati.html' title='EMPATI'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8u25NF2jI/AAAAAAAAACE/rrGaZcHg2pc/s72-c/andys_corner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-7353123793842541111</id><published>2008-12-10T09:19:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T09:54:01.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kaca Spion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8n9NVTrNI/AAAAAAAAAB8/59j0sk7osE8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 77px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8n9NVTrNI/AAAAAAAAAB8/59j0sk7osE8/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277981220806044882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by: &lt;a href="http://www.kickandy.com"&gt;Andy F Noya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu.Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah. Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana . Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang. Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero Jakarta . Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia . Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia. Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV. Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya. Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya. Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah. Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca. Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu. Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar. Rupanya sang pemilik mobil datang. Dengan suara keras dia marah-marah danmengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya. Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidakbersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya. Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu,pada tahun 1970, sangat besar. Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju. Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktuitu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering Cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan. Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang.Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu. Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan. Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi? Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci orang kaya. Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya..Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya. Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari. Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan. . Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah. Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak punya hati nurani. Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat, saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan.. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencobameyakinkan, "Kamu berhak untuk itu.. Sebab kamu sudah bekerja keras." Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Sama sulitnyadengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, adaketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak lagi sensisitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong. Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak. Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang. Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab. Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tuadengan kebaya lusuh. Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi. Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.. Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion. Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung. Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maafatas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi.Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh. Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya.Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan.Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-7353123793842541111?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/7353123793842541111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=7353123793842541111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7353123793842541111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/7353123793842541111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/kaca-spion.html' title='Kaca Spion'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/ST8n9NVTrNI/AAAAAAAAAB8/59j0sk7osE8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2310415072563645983</id><published>2008-12-10T09:16:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T09:18:50.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Perbedaan Persepsi</title><content type='html'>Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.&lt;br /&gt;- Kedua     : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak yang bungsu :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".&lt;br /&gt;"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak sulung :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal&lt;br /&gt;tidak susut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.&lt;br /&gt;Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL CERITA :&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2310415072563645983?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2310415072563645983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2310415072563645983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2310415072563645983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2310415072563645983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/12/perbedaan-persepsi.html' title='Perbedaan Persepsi'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5193475295348967548</id><published>2008-11-25T09:29:00.002+07:00</published><updated>2008-11-25T09:33:19.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>Biarkan TUHAN yang menilaimu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SStjxf7JUPI/AAAAAAAAAB0/ofCbnhYdms0/s1600-h/mother_theresa1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SStjxf7JUPI/AAAAAAAAAB0/ofCbnhYdms0/s320/mother_theresa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272417490801610994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mother Theresa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5193475295348967548?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5193475295348967548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5193475295348967548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5193475295348967548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5193475295348967548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/11/biarkan-tuhan-yang-menilaimu.html' title='Biarkan TUHAN yang menilaimu'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SStjxf7JUPI/AAAAAAAAAB0/ofCbnhYdms0/s72-c/mother_theresa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1623157578359646867</id><published>2008-11-25T09:13:00.002+07:00</published><updated>2008-11-25T09:21:32.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SSthHW1y5bI/AAAAAAAAABk/esUq7lB8pD4/s1600-h/penjual-koran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SSthHW1y5bI/AAAAAAAAABk/esUq7lB8pD4/s320/penjual-koran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272414567785489842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah. Di perempatan jalan, Umar,seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu erat melindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Korannya bu !”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca”, jawab si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima, ”Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil. Dari dalam mobil dia menggerutu ”Udah miskin sombong!”. Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berlari lagi kepinggir, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya berteduh. Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel. Sambil termenung dia menatap nanar rintik-rintik hujan didepannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar. Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut-sungut turun dari mobil menuju tempat sampah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”, dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bbbbbooolehh” , jawab pria tersebut dengan tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk didekatinya Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil didepannya dengan penuh perasaan kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa.&lt;br /&gt;”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak kecil tersenyum dengan manis,&lt;br /&gt;”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran dimana aku yang akan mentraktirnya” , ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak didepannya berfikir keliru.&lt;br /&gt;Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bapak !, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali dikemudian hari.”&lt;br /&gt;Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki didepannya untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil didepannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1623157578359646867?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1623157578359646867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1623157578359646867' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1623157578359646867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1623157578359646867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/11/harusnya-aku-yang-layak-dikasihani.html' title='HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SSthHW1y5bI/AAAAAAAAABk/esUq7lB8pD4/s72-c/penjual-koran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-4325422243677855901</id><published>2008-11-21T09:23:00.003+07:00</published><updated>2008-11-21T09:27:50.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>CANGKIR YANG CANTIK</title><content type='html'>Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.&lt;br /&gt;"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara;&lt;br /&gt;"Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai mencengkeram dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop! Aku berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Think about this:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-4325422243677855901?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/4325422243677855901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=4325422243677855901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4325422243677855901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4325422243677855901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/11/cangkir-yang-cantik.html' title='CANGKIR YANG CANTIK'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5876406607247195389</id><published>2008-11-15T09:43:00.003+07:00</published><updated>2008-11-15T09:57:10.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, Sukses Mana?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR46eoKGHDI/AAAAAAAAABc/WKnOfvDiZjM/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 148px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR46eoKGHDI/AAAAAAAAABc/WKnOfvDiZjM/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268712911920307250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BAGUS BANGET UTK DIBACA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid2 dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa. Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, Beliau mengatakan bahwa pen didikan di Indonesia masih mewarisi "budaya" kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau, seharusnya anak-anak yang kecerdasannya tinggi seharusnya diarahkan untuk masuk jurusan Sosial supaya di masa mendatang akan lahir ekonom, hakim, jaksa, pengacara, polisi, diplomat, duta besar, politisi dsb yang hebat2. Tetapi rupanya hal itu tidak dikehendaki oleh penguasa (Belanda). Belanda menginginkan anak-anak yang cerdas tidak memikirkan masalah2 sosial politik. Mereka cukup diarahkan untuk menjadi tenaga ahli/scientist, arsitektur, ahli computer, ahli matematika, dokter, dsb yang asyik dengan science di laboratorium (pokoknya yang nggak membahayakan posisi penguasa). Saya nggak tahu persis yang benar Romo Mangun Wijaya atau pemerintah Belanda. Hanya saja waktu itu saya yang kuliah ambil jurusan Kurikulum jadi patah semangat karena kayaknya kurikulum di Indonesia ini hampir tidak ada hubungannya dengan kehidupan yang akan dijalani orang setelah keluar dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa lihat, Insinyur yang menjadi politisi bahkan memimpin parlemen, kemudian dokter (umum) bisa menjadi kepala Dinas P &amp; K atau tenaga marketing, sarjana theologia yang jadi pengusaha, dsb. Sampai saat ini,masih banyak orang tua dan masyarakat yang beranggapan bahwa anak yang hebat adalah anak yang nilai matematika dan science-nya menonjol. Paradigma berpikir orang tua/masyarakat ini sangat mempengaruhi konsep anak tentang kesuksesan. Bulan Juni 2003 yang lalu, lembaga tempat saya bekerja mengadakan seminar anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan 800-an anak, Kak Seto Mulyadi (Si Komo) menunjukkan 5 Rudy. &lt;br /&gt;- Yang Ke-1 : Rudy Habibie (BJ Habibie) yang genius, pintar bikin pesawat dan bisa menjadi presiden.&lt;br /&gt;- Yang Ke-2 : Rudy Hartono yang pernah beberapa menjadi juara bulu tangkis kelas dunia.&lt;br /&gt;- Yang Ke-3 : Rudy Salam yang suka main sinetron di TV&lt;br /&gt;- Yang Ke-4 : Rudy Hadisuwarno yang ahli di bid. kecantikan dan punya byk salon kecantikan di bbrp kota.&lt;br /&gt;- Yang Ke-5 : Rudy Choirudin yang jago masak dan sering tampil memandu acara memasak di TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Kak Seto bertanya "Rudy yang mana yang paling sukses menurut kalian?" Hampir semua anak menjawab "Rudy Habibie" Sewaktu ditanyakan "Mengapa, kalian bilang bahwa yang paling sukses Rudy Habibie?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakpun menjawab "Karena bisa membuat pesawat terbang, bisa menjadi presiden, dsb" Sewaktu Kak Seto menanyakan "Rudy yang mana yang paling tidak sukses?" Hampir seluruh anak menjawab "Rudy Choirudin" Ketika ditanyakan "Mengapa kalian mengatakan bahwa Rudy Choirudin bukan orang yang sukses?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakpun menjawab "Karena Rudy Choirudin hanya bisa memasak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang begitulah pola pikir dan pola asuh dalam keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang masih menilai kesuksesan orang dari karya-karya besar yang dihasilkannya. Masyarakat kita banyak yang belum bisa melihat kesuksesan adalah pengembangan talenta secara optimal sehingga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan yang dijalaninya dengan "enjoy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak masyarakat kita yang beranggapan bahwa IQ adalah segala-galanya. Padahal kenyataannya EQ, SQ dan faktor2 lain juga sangat menentukan. Dalam seminar tsb Kak Seto hanya ingin merubah paragidma berpikir anak-anak (dan juga orang tua/keluarga) . Anak-anak dan orang tua harus menyadari dan mensyukuri setiap talenta yang diberikan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila talenta tersebut dikembangkan dengan baik, maka kita bisa mencapai kesuksesan di "bidangnya". Jadi untuk anak-anak yang tidak pintar matematika, anak2 tidak perlu minder dan orang tua tidak perlu malu atau menekan anak. Anak-anak yang lebih menyukai pelajaran menggambar daripada pelajaran2 lain, bukanlah anak-anak yang bodoh karena justru anak2 yang punya imajinasi tinggilah yang pintar menggambar/ melukis. Anak-anak yang suka ngobrol, kalau kita arahkan bisa saja kelak menjadi politisi atau negotiator yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang banyak bicara, kalau diarahkan untuk menuliskan apa yang ingin dibicarakan bisa2 menjadi penulis yang hebat. *** Mbak Dwi Setyani juga mengingatkan kita untuk lebih memfokuskan pada kekuatan kita dari pada "wasting time" bersungut-sungut, hanya memikirkan kelemahan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca pengalaman hidup seorang penyanyi di Amerika. Penyanyi tsb dulunya tidak PD karena wajahnya tidak terlalu cantik dan giginya tonggos. Saat menyanyi di pub, dia repot mengatur bibirnya supaya giginya yang tonggos tidak dilihat orang. Hasilnya: ia hanya bisa menghasilkan suara yang pas-pasan. Ketika temannya meyakinkan bahwa giginya yang tonggos itu bukanlah masalah, maka iapun bisa menyanyi dengan bebas dan meng-eksplore suara emasnya. Ternyata orang-orang mengingat penyanyi itu karena kualitas suaranya, bukan parasnya yang jelek dengan gigi tonggosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Kitapun meyakini bahwa Tuhan menciptakan setiap kita (manusia) dengan maksud yang terbaik demi kemuliaan-Nya. Kalau saja kita meyakini hal tersebut, maka semua orang akan mensyukuri keadaan dan memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan-Nya.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5876406607247195389?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5876406607247195389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5876406607247195389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5876406607247195389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5876406607247195389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/11/rudy-habibie-dan-rudy-chaerudin-sukses.html' title='Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, Sukses Mana?'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR46eoKGHDI/AAAAAAAAABc/WKnOfvDiZjM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-1647102698517448467</id><published>2008-11-15T09:04:00.003+07:00</published><updated>2008-11-15T09:28:45.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>NYANYIAN SEORANG KAKAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR4zrAJ3HrI/AAAAAAAAABU/T3rNIHxnTjc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR4zrAJ3HrI/AAAAAAAAABU/T3rNIHxnTjc/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268705427938811570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen;  bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain  halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami, ... aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap. Mami, ... aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. Mami, ... aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi,  suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang&gt; terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring ... You are my  sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey ... Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ... bisik ibunya ... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands ... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same ... Sang adik kelihatan begitu tenang ... sangat tenang. &lt;br /&gt;Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan ... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu tertidur lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri. Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you". Dan ternyata Kasih Allah membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain ... Datang dari seseorang yang kita anggap lemah ... Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan ...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-1647102698517448467?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/1647102698517448467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=1647102698517448467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1647102698517448467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/1647102698517448467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/11/nyanyian-seorang-kakak.html' title='NYANYIAN SEORANG KAKAK'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SR4zrAJ3HrI/AAAAAAAAABU/T3rNIHxnTjc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6568767361029237326</id><published>2008-10-24T09:00:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T09:03:52.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SQEs6csgs8I/AAAAAAAAABE/2UQutJHzwNQ/s1600-h/img1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SQEs6csgs8I/AAAAAAAAABE/2UQutJHzwNQ/s320/img1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260535222392370114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Erabaru.or. id) — Hawa udara di Changchun , Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi.......&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan "City Evening Post", di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.…… (Dajiyuan/prm)&lt;/blockquote&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6568767361029237326?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6568767361029237326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6568767361029237326' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6568767361029237326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6568767361029237326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/10/seumur-hidup-jadi-tongkat-bagi-ibunda.html' title='Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SQEs6csgs8I/AAAAAAAAABE/2UQutJHzwNQ/s72-c/img1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-4683406813972844774</id><published>2008-10-24T08:56:00.001+07:00</published><updated>2008-10-24T08:58:26.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Tuhan pernah berbisik</title><content type='html'>Ketika aku kirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan sesorang yang sempurna karena engkaupun tak sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman teman yang sama dengan mu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja.... Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu . Begitulah juga dalam kehidupan. Janganlah kamu banyak memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tak pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada&lt;br /&gt;takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tapi cukupkan&lt;br /&gt;sebatas apa yang kamu perlukan. Karena bila sekali ia retak, akan sukar&lt;br /&gt;bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang. Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Sehingga apabila sekali ia melakukan kesilapan maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidak sempurnaannya dan memaafkannya. Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan, dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, putih dan sehat untuk dirimu, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba mencari makanan yang lain ? Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain?. Ingatlah, jangan pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak, kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kau raih dan kamu akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, terima kasih bisikan indahmu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seorang teman, tolong ingatkanlah aku bahwa di dunia ini tak akan pernah ada sesuatu yang abadi. Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir. Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar karena aku bersama Yang Tak Pernah Berakhir, yaitu cinta mu ya Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mencintai seseorang adalah keharusan&lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah kebahagiaan&lt;br /&gt;Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya&lt;br /&gt;SEMOGA KITA SELALU HIDUP DENGAN SALING BERKASIH SAYANG&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-4683406813972844774?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/4683406813972844774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=4683406813972844774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4683406813972844774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4683406813972844774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/10/tuhan-pernah-berbisik.html' title='Tuhan pernah berbisik'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3127686985107049469</id><published>2008-10-15T08:24:00.005+07:00</published><updated>2008-10-15T08:47:00.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Smile</title><content type='html'>Very inspiring story. (cerita dari seorang mahasiswi di Jerman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar  saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang  temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin  'berjabat tangan' dengan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan akukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"PENERIMAAN TANPA SYARAT."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan  makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3127686985107049469?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3127686985107049469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3127686985107049469' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3127686985107049469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3127686985107049469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/10/smile.html' title='Smile'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2715843976330283952</id><published>2008-10-11T09:46:00.002+07:00</published><updated>2008-10-11T09:56:31.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Gaji Papa Berapa?</title><content type='html'>Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.      Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?" &lt;br /&gt;"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10jam dan dibayar Rp. 400.000,-. &lt;br /&gt;Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?" &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. &lt;br /&gt;Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. &lt;br /&gt;Dan mau mandi dulu. Tidurlah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Papa..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Andrew pun habis. &lt;br /&gt;"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa." Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. &lt;br /&gt;Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- &lt;br /&gt;maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya" &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Nice story...money is important but certainly not everything...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2715843976330283952?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2715843976330283952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2715843976330283952' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2715843976330283952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2715843976330283952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/10/gaji-papa-berapa.html' title='Gaji Papa Berapa?'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-5743424332374833806</id><published>2008-10-11T09:22:00.004+07:00</published><updated>2008-10-11T10:01:55.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>God is Good, Sebuah Ruangan</title><content type='html'>Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku membuat mereka terperangah," kata Brian kepada ayahnya, Bruce. "Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis." Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County, Ohio.  Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. "Anda merasa seperti ada di sana," kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. "Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya," kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu. Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. "Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya.." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Inilah esai Brian yang berjudul "RUANGAN". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku menurut abjad. Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik perhatianku berjudul "Cewek-cewek yang Aku Suka". Aku mulai membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsip berjudul "Teman-Teman" ada di sebelah arsip yang bertanda "Teman-teman yang Aku Khianati". Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. "Buku-buku Yang Aku Telah Baca". "Dusta-dusta yang Aku Katakan". "Penghiburan yang Aku Berikan". "Lelucon yang Aku Tertawakan". Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan kekonyolannya: "Makian Buat Saudara-saudaraku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: "Hal-hal yang Aku Perbuat dalam Kemarahanku.", "Gerutuanku terhadap Orangtuaku". Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. Setiap kartu itu ditanda-tangani dengantanda tanganku sendiri.  Ketika aku menarik kartu arsip bertanda "Pertunjukan-pertunjukan TV yang Aku Tonton", aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini. Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda "Pikiran-Pikiran yang Ngeres", aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu arsip ini! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri. Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul "Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil". Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut,dan menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku menghapus air mata ini, aku melihat Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang paling buruk. Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menundukkan kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku. Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu arsip. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan!" seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan hanyalah "Jangan, jangan!" ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi amaku. Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, "Sudah selesai!" Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-5743424332374833806?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/5743424332374833806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=5743424332374833806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5743424332374833806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/5743424332374833806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/10/god-is-good-sebuah-ruangan.html' title='God is Good, Sebuah Ruangan'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3179127844719024547</id><published>2008-09-26T09:51:00.001+07:00</published><updated>2008-09-26T09:55:20.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Sepotong Kue</title><content type='html'>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!”.&lt;br /&gt;Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.&lt;br /&gt;Belum pernah rasanya ia begitu kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lainlah yang selalu salah...&lt;br /&gt;Orang lainlah yang patut disingkirkan...&lt;br /&gt;Orang lainlah yang tak tahu diri...&lt;br /&gt;Orang lainlah yang berdosa...&lt;br /&gt;Orang lainlah yang selalu bikin masalah...&lt;br /&gt;Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sendiri yang mencuri kue tadi...&lt;br /&gt;Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain .&lt;br /&gt;Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3179127844719024547?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3179127844719024547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3179127844719024547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3179127844719024547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3179127844719024547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/09/kisah-sepotong-kue.html' title='Kisah Sepotong Kue'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2496398530497499779</id><published>2008-09-11T11:59:00.001+07:00</published><updated>2008-09-11T12:03:17.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Kopi Asin Rasa Cinta</title><content type='html'>Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?!?".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?", si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana." Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia&lt;br /&gt;sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli. Betul-betul seseorang yang sangat baik. Si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si gadis menikah dengan si pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi. Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============&lt;br /&gt;Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula. Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, Nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur, Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2496398530497499779?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2496398530497499779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2496398530497499779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2496398530497499779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2496398530497499779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/09/kopi-asin-rasa-cinta.html' title='Kopi Asin Rasa Cinta'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6370952895347253806</id><published>2008-09-02T09:15:00.003+07:00</published><updated>2008-09-02T09:28:46.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><title type='text'>When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms</title><content type='html'>Nice story......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini cerita menarik, saya dapat dari email yang dikirim oleh seseorang...ga tau persis siapa pengarangnya, juga ga tau persis ini kisah nyata tau bukan. BTW perlu disimak, direnungkan dan dicamkan...buat yang sudah berkeluarga, yang sedang pacaran maupun yang jomblo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan  flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat2ku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan  malu2. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu. Hari2 selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening: Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah pegawai sipil. setiap pagi kami berangkat kerja bersama2 dan sampai dirumah juga pada&lt;br /&gt;waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia.&lt;br /&gt;Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon. dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. ini adalah  apartment  yg kubelikan untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew berkata , "kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis." Kata2nya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi par gadis. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu2. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "kamu harus pergi membeli&lt;br /&gt;beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tersebut,ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yg baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama2. Atau,Aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.. Ia kelihatan sedikit kecurigaan Ia berusaha tersenyum pada bawahan2ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu2 lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yg harus kukatakan"&lt;br /&gt;Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba2 aku tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata2ku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa?"&lt;br /&gt;"Aku serius. " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki2!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pda malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan yg amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10tahun  hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yg telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku,dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang&lt;br /&gt;sungguh2 telah terjadi .. Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran .Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuliskan syarat2 dari perceraiannya: ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tiba2 mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu  kamu akan tetap membopongkuku pada waktu perceraian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu." Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis yg kelanjutan ceritanya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya  diakhiri dengan suasana romantis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat2 perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yg ia lakukan,ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata2nya membuatku merasa tidak enak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah.&lt;br /&gt;Anak kami menepuk punggung kami,"wah, papa membopong mama,mesra sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata2nya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,Kami begitu dekat sampai2 aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi.beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "kebun diluar sedang dibongkar.hati2 kalau kamu lewat sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan  Dew menjadi samar. Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,seperti,dimana ia telah menyimpan baju2ku yg telah ia setrika, aku harus hati2 saat memasak, dll. Aku mengangguk.Perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu  Dew tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat,"semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum.Tapi tiba2 aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut."Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur,melewati ruang duduk ke teras Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. ia berkata,"sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua"&lt;br /&gt;Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf  Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku."Kamu tidak demam". Kutepiskan tanganya dari dahiku"maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai  tua. Jadi aku minta maaf padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew tiba2 seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dgn kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku Penjual bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai&lt;br /&gt;kita tua.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian yg tak terlupakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai2 dari kehidupan&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6370952895347253806?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6370952895347253806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6370952895347253806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6370952895347253806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6370952895347253806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/09/when-you-divorce-me-carry-me-out-in.html' title='When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6953654051656697712</id><published>2008-08-16T09:16:00.003+07:00</published><updated>2008-08-16T09:22:27.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><title type='text'>Kisah di musim dingin</title><content type='html'>(true story, seperti temuat dalam Xia Wen Pao, 2007 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil  lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar.  Hi..hi..hi.. mama selamat ulang tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------ &lt;br /&gt;Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Take time to THINK. It is the source of power &lt;br /&gt;Take time to READ. It is the foundation of wisdom &lt;br /&gt;Take time to be QUIET. It is the opportunity to seek God &lt;br /&gt;Take time to DREAM. It is what the future is made of &lt;br /&gt;Take time to PRAY. It is the greatest power on earth........&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;The ESQ book&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6953654051656697712?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6953654051656697712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6953654051656697712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6953654051656697712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6953654051656697712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/08/kisah-di-musim-dingin.html' title='Kisah di musim dingin'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8226922001629585580</id><published>2008-08-12T08:22:00.000+07:00</published><updated>2008-08-12T08:23:48.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Jika Tuhan Mengingatkan Kita</title><content type='html'>Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor  dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, namun kadangkala juga dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah, agar kita manusia mau mendongak keatas, mengingat-Nya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas dan bersyukur atas rahmat-Nya. Seringkali hal itu belum cukup membuat kita mau memberikan perhatian lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti menerima kegagalan, rasa sakit, kemiskinan, kesulitan, musibah, bencana dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian kita untuk mau menengadah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, kesulitan dan pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau "habl min Allah."  Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah. Hendaknya hal itu menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, memiliki kedua mata untuk melihat dunia, kedua kaki yang menopang tubuh kita, kelengkapan panca indra yang sempurna, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Sudahkah hal itu menjadikan kita selalu menengadahkan wajah kepada-Nya, mengingat-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya ? Ataukah hal itu belum menarik perhatian kita, sehingga menunggu Allah menjatuhkan "batu" kepada kita ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAT !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8226922001629585580?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8226922001629585580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8226922001629585580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8226922001629585580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8226922001629585580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/08/jika-tuhan-mengingatkan-kita.html' title='Jika Tuhan Mengingatkan Kita'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3562549408470455300</id><published>2008-08-12T08:10:00.003+07:00</published><updated>2008-08-12T08:20:59.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Thanks God 4 Everything</title><content type='html'>Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada  sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?", tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sederhana sekali", jawab Malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup berkata, Terima kasih, Tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat .... Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan,  penangkapan, penyiksaan, atau kematian ... maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3562549408470455300?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3562549408470455300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3562549408470455300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3562549408470455300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3562549408470455300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/08/thx-god-4-everything.html' title='Thanks God 4 Everything'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-4728775773091107194</id><published>2008-07-24T08:33:00.002+07:00</published><updated>2008-07-24T08:38:08.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Ibu.....</title><content type='html'>Ini adalah tulisan yang sangat indah. Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah. Jangan tergesa. Ini adalah harta karun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah. Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi. Bagi para ibu, kamu akan mencintainya...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan. 'Apakah jalannya jauh?' tanyanya. Pemandunya menjawab: 'Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini... Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik daripada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka&lt;br /&gt;Sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Matahari bersinar atas mereka dan ibu muda itu berseru: 'Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu malam tiba bersama badai.&lt;br /&gt;Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. Ibu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata: 'Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat. Tak ada yang dapat menyakiti kami.'  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: 'Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.' Demikianlah anak-anak itu memanjat terus. Saat sampai di puncak, mereka berkata: 'Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata: 'Hari ini lebih baik daripada yang lalu karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. Ibunya berkata: 'Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.' Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan. Dan malam harinya ibu itu berkata: 'Ini hari yang terbaik karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Ibu menjadi tua, kecil dan bungkuk. Tetapi anak-anaknya tinggi, kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat jalannya sulit, mereka membopongnya. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata: 'Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anak-anaknya menjawab: "Ibu selalu akan berjalan bersama kami... meskipun ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.' Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri... &lt;br /&gt;dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. Dan mereka berkata: "Kita tak dapat melihat ibu lagi tetapi dia masih bersama kita." Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibumu selalu bersamamu.. Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan. Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci. Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.&lt;br /&gt;Ibumu hidup dalam tawa candamu. Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal. Semoga kita tidak pernah mengabaikan begitu saja ibu kita. Teruskan juga pada para laki-laki.. Karena mereka juga punya ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-4728775773091107194?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/4728775773091107194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=4728775773091107194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4728775773091107194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4728775773091107194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/07/ibu.html' title='Ibu.....'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8410179908014038069</id><published>2008-07-11T16:47:00.000+07:00</published><updated>2008-07-11T16:52:15.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marriage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>DID I MARRY THE RIGHT PERSON?</title><content type='html'>During one of our seminars, a woman asked a common question. &lt;br /&gt;She said,"How do I know if I married the right person?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, "It &lt;br /&gt;depends. Is that your husband?" &lt;br /&gt;In all seriousness, she answered "How do you know?" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me answer this question because the chances are good that it's &lt;br /&gt;weighing on your mind. Here's the answer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with &lt;br /&gt;your spouse. You anticipated their call, wanted their touch, and liked &lt;br /&gt;their idiosyncrasies. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a &lt;br /&gt;completely natural and spontaneous experience. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You didn't have to DO anything. That's why it's called "falling" in &lt;br /&gt;love... Because it's happening TO YOU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People in love sometimes say, "I was swept of my feet." Think about the &lt;br /&gt;imagery of that expression. It implies that you were just standing &lt;br /&gt;there; doing nothing, and then something came along and happened TO &lt;br /&gt;YOU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falling is love is easy. It's a passive and spontaneous experience. But &lt;br /&gt;after a few years of marriage, the euphoria of love fades. It's the &lt;br /&gt;natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls &lt;br /&gt;become a bother (if they come at all), touch is not always welcome &lt;br /&gt;(when &lt;br /&gt;it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute, &lt;br /&gt;drive you nuts. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you &lt;br /&gt;think about your marriage, you will notice a dramatic difference &lt;br /&gt;between &lt;br /&gt;the initial stage when you were in love and a much duller or even angry &lt;br /&gt;subsequent stage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At this point, you and/or your spouse might start asking, "Did I marry &lt;br /&gt;the right person?" And as you and your spouse reflect on the euphoria &lt;br /&gt;of &lt;br /&gt;the love you once had, you may begin to desire that experience with &lt;br /&gt;someone else. This is when marriages breakdown. People blame their &lt;br /&gt;spouse for their unhappiness and look outside their marriage for &lt;br /&gt;fulfillment. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is &lt;br /&gt;the most obvious. But sometimes people turn to work, church, a hobby, a &lt;br /&gt;friendship, excessive TV, or abusive substances. But the answer to this &lt;br /&gt;dilemma does NOT lie outside your marriage. It lies within it. I'm not &lt;br /&gt;saying that you couldn't fall in love with someone else. You could. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a &lt;br /&gt;few years later. Because (listen carefully to this): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S &lt;br /&gt;LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER &lt;br /&gt;just happen to you. You can't "find" LASTING love. You have to "make" &lt;br /&gt;it &lt;br /&gt;day in and day out. That's why we have the expression "the labor of &lt;br /&gt;love." Because it takes time, effort, and energy. And most importantly, &lt;br /&gt;it takes WISDOM. &lt;br /&gt;You have to know WHAT TO DO to make your marriage work. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific &lt;br /&gt;things you can do (with or without your spouse) to succeed with your &lt;br /&gt;marriage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just as there are physical laws of the universe (such as gravity), &lt;br /&gt;there &lt;br /&gt;are also laws for relationships. Just as the right diet and exercise &lt;br /&gt;program makes you physically stronger, certain habits in your &lt;br /&gt;relationship WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and &lt;br /&gt;effect. If you know and apply the laws, the results are predictable... &lt;br /&gt;you can "make" love. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love in marriage is indeed a "decision"... Not just a feeling.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8410179908014038069?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8410179908014038069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8410179908014038069' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8410179908014038069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8410179908014038069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/07/did-i-marry-right-person.html' title='DID I MARRY THE RIGHT PERSON?'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3391748530435497376</id><published>2008-06-26T08:48:00.001+07:00</published><updated>2008-06-26T08:51:04.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Mendengarkan Suara Tuhan</title><content type='html'>Dikutip dari tulisan Billy Joe Daugherty dalam Led By The Spirit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus&lt;br /&gt;berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya, agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seringkali menginginkan jawaban Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan jawaban dariNya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar Anda mau menghampiri takhta kemuliaanNya dan lebih dekat kepadaNya. Setelah Anda berada di dekatNya, Anda baru bisa mendengar jawaban Tuhan dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah sekali untuk mengetahui bahwa kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang tepat. Itulah yang terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3391748530435497376?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3391748530435497376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3391748530435497376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3391748530435497376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3391748530435497376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/06/mendengarkan-suara-tuhan.html' title='Mendengarkan Suara Tuhan'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3759634000494769201</id><published>2008-06-26T08:43:00.001+07:00</published><updated>2008-06-26T08:46:34.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Si Jujur &amp; Si Berani</title><content type='html'>Sumber: KapanLagi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang raja yang memasuki usia senja ingin mencari penggantinya. Berbeda dengan kebiasaan, ia tak menunjuk anak-anak maupun pembantu terdekatnya. Ia justru memanggil para pemuda di negeri itu dan berpidato di hadapan mereka. "Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah, dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik akan langsung kutunjuk menjadi raja menggantikanku!" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda bernama Arya terlihat amat antusias. Ia menanam biji itu, dan menyiraminya tiap hari. Tapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setelah 6 bulan, para pemuda mulai membicarakan tanaman mereka yang tumbuh tinggi, namun pot Arya masih kosong. Arya tak mengatakan apapun pada teman-temannya. Ia tetap menunggu bijinya tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu. Semua pemuda membawa tanamannya kepada raja. Semula Arya enggan, namun ibunya mendorongnya pergi dan berbicara apa adanya. Raja menyambut para pemuda seraya memuji tanaman yang mereka bawa. "Kerja kalian luar biasa. Tanaman kalian bukan main indahnya. Aku akan menunjuk seorang dari kalian menjadi raja yang baru!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba raja yang melihat Arya berdiri di belakang memanggilnya. Arya panik, "Jangan-jangan aku akan dibunuh," pikirnya. Suasana kontan ricuh dengan ejekan dan cemoohan hadirin menyaksikan potnya yang kosong. "Diam semuanya!" teriak raja. Ia menoleh pada Raja, kemudian mengumumkan, "Inilah raja kalian yang baru!" Semua terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin orang yang gagal yang menjadi raja? Raja melanjutkan, "Setahun yang lalu, aku memberi kalian sebuah biji untuk ditanam. Tapi yang kuberikan adalah biji yang sudah dimasak dan tak dapat tumbuh. Kalian semua telah menggantinya dengan biji yang lain. Hanya Arya yang memiliki KEJUJURAN dan KEBERANIAN untuk membawa pot dengan biji yang kuberikan. Karena itu dialah yang kuangkat menggantikanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 kata penting yang dapat diambil dari cerita di atas. Pertama, kejujuran. Inilah dasar perilaku seseorang. Di jaman Nabi, ada seorang yang bertobat dan ingin menata dirinya. Tips nabi sederhana saja: "Jangan Bohong!" Orang ini senang karena Nabi tak melarang hal-hal yang lain. "Kalau cuma jangan bohong sih mudah," pikirnya. Maka ia pun melakukan apa yang biasa dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mau mencuri, tapi berpikir, "Bagaimana kalau tetanggaku menanyakan asal-usul hartaku ini?" Iapun membatalkan niatnya. Ia ingin berselingkuh, tapi berpikir, "Bagaimana kalau nanti keluargaku menanyakan kemana aku pergi?" Lagi-lagi ia mengurungkan niatnya. Begitulah seterusnya. Setiap ingin melakukan maksiat ia kontan membatalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kejujuran akan membawa perubahan mendasar pada diri seseorang. Tapi tanpa keberanian, kejujuran takkan membawa perubahan bagi orang banyak. Kejujuran hanya menghasilkan pengikut (follower) bukan pemimpin. Untuk bisa merubah masyarakat dibutuhkan keberanian. Selama 32 tahun di bawah Orba, tak seorang pemimpinpun lahir (dan karenanya layak menjadi Presiden). Bukannya kita tak punya orang-orang jujur. Persoalannya, mereka tak berani berbeda pendapat dengan Soeharto. Saya kira tanpa keberanian seorang Amien Rais, Soeharto masih berjaya hingga 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, dari manakah datangnya keberanian? Keberanian datang kalau kita mampu menaklukkan rasa takut. Rasa takut inilah sumber segala macam kejahatan di dunia ini. Contohnya, perasaan marah. Sebenarnya, hanya jika Anda merasa takutlah Anda akan marah. Coba renungkan kapan terakhir kali Anda marah. Teruskan renungan Anda. Telusurilah rasa takut yang tersembunyi di balik kemarahan Anda. Apa yang Anda takutkan hilang dan direnggut dari diri Anda? Ketakutan itulah yang membuat Anda marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lihatlah hal-hal di sekitar kita. Kenapa AS menyerang Afganistan? Kenapa Orba memperkaya diri dan menzalimi rakyat? Kenapa Gus Dur mengeluarkan dekrit? Kenapa terjadi Bulogate? Kenapa ada dongeng Raudatul Jannah? Jawaban semua pertanyaan diatas adalah: RASA TAKUT. Jadi sebenarnya bukan kekuasaan itu yang berbahaya. Yang berbahaya adalah rasa takut kehilangan kekuasaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang membuat kita takut. Pertama, karena kita memiliki "dosa" yang sama. Pembentukan Pansus Bulogate berlarut-larut konon karena banyak juga partai lain yang tak bersih. Bahkan PKB yang paling bersemangatpun kini sedang diuji keberaniannya, karena diserang lewat kasus Gus Dur-Tommy. Kita tak berani karena kita sendiri tak bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita tidak berani karena kita memilki keterikatan dan ketergantungan yang besar dengan segala sesuatu di luar kita : keluarga, harta benda, jabatan, kawan, kesenangan, dsb. Kenapa kita tak berani membekukan hubungan diplomatik dengan AS? Atau tak usahlah jauh-jauh. Kenapa Anda tak berani mengeritik atasan yang jelas-jelas berbuat salah? Kenapa Anda tak bicara apa adanya pada sahabat Anda? Rasa takut yang ada menunjukkan bahwa kita belum mandiri. Kebahagiaan dan rasa aman kita masih bersumber pada sesuatu di luar diri kita! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3759634000494769201?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3759634000494769201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3759634000494769201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3759634000494769201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3759634000494769201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/06/si-jujur-si-berani.html' title='Si Jujur &amp; Si Berani'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2632034524217857959</id><published>2008-06-25T08:51:00.004+07:00</published><updated>2008-06-25T08:58:52.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awareness'/><title type='text'>Sudah tepatkah keberadaan Anda sekarang?</title><content type='html'>Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi&lt;br /&gt;harga Rp. 4.000.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana , kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan disana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan diatas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama)  + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2632034524217857959?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2632034524217857959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2632034524217857959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2632034524217857959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2632034524217857959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/06/sudah-tepatkah-keberadaan-anda-sekarang.html' title='Sudah tepatkah keberadaan Anda sekarang?'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-3636063021578565258</id><published>2008-06-23T09:38:00.005+07:00</published><updated>2008-06-23T09:44:05.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasih Sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Pilihan Sulit….Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu</title><content type='html'>Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:&lt;br /&gt;“Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis. Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi! Kemudian mahasiswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi !&lt;br /&gt;Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya. Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya, suaminya dan nama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang&lt;br /&gt;ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, “Silahkan coret satu lagi!” Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi! Hatinya menjadi binggung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, “Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu?  Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?&lt;br /&gt;Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata, “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan &lt;br /&gt;pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;Terkadang dalam hidup ini kita sering di hadapkan akan pilihan sulit. Dan kita harus melalui semua itu dengan hati yang lapang. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-3636063021578565258?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/3636063021578565258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=3636063021578565258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3636063021578565258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/3636063021578565258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/06/pilihan-sulitsilahkan-pilih-orang-yang.html' title='Pilihan Sulit….Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-865418817331031497</id><published>2008-06-23T08:53:00.005+07:00</published><updated>2008-06-23T09:04:27.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>CINTA: belajar mencintai yang TAK SEMPURNA dengan cara SEMPURNA</title><content type='html'>Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika engkau bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pillihan itu kesempatan.&lt;br /&gt;Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan.... Itupun adalah kesempatan &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila engkau memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan Ketika engkau memilih bersama dengan Seseorang walaupun apapun yang terjadi Itu adalah pilihan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan ketika kau menyadari Bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik,pandai, dan kaya&lt;br /&gt;Daripada pasanganmu dan Tetap engkau memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perasaan cinta,simpatik,tertarik Datang bagai kesempatan pada kita... Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan Pilihan yang kita lakukan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : Nasib membawa kita bersama Tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuannya berhasil&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pasangan jiwa bisa benar-benar ada Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang&lt;br /&gt;Yang diciptakan hanya untukmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap berpulang padamu untuk Melakukan pilihan apakah engkau ingin&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu untuk mendapatkanya Atau tidak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita mungkin kebetulan bertemu Pasangan jiwa kita, tetap mencintai dan Tetap bersama pasangan jiwa kita tetap Adalah pilihan yang harus kita lakukan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita ada di dunia bukan untuk mencari Seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang Yang tidak sempurna dengan cara yang Sempurna. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-865418817331031497?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/865418817331031497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=865418817331031497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/865418817331031497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/865418817331031497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/06/cinta-belajar-mencintai-yang-tak.html' title='CINTA: belajar mencintai yang TAK SEMPURNA dengan cara SEMPURNA'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-4834990255561726950</id><published>2008-05-29T09:24:00.002+07:00</published><updated>2008-05-29T09:45:53.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jangan Pernah Mengabaikan Orang yang Anda Kasihi (Kisah Nyata)</title><content type='html'>Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejek kakinya melekat pada paku itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahun dari mana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan dimulutnya...astaga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu merasa terharu meluhat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki dan sudara perempuan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ini adalah...Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang Anda kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI. Seperti kata Gde Prama, PERCAYA CINTA PERCAYA KEAJAIBAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Kristoforus. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-4834990255561726950?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/4834990255561726950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=4834990255561726950' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4834990255561726950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/4834990255561726950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/jangan-pernah-mengabaikan-orang-yang.html' title='Jangan Pernah Mengabaikan Orang yang Anda Kasihi (Kisah Nyata)'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-183002263815787144</id><published>2008-05-28T16:30:00.001+07:00</published><updated>2008-05-28T16:44:35.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love'/><title type='text'>I Love You</title><content type='html'>When U Were Only 5 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Asked Me: "What Is It?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 15 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Blushed.. U Look Down And Smile.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 20 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Put Ur Head On My Shoulder And Hold My Hand...&lt;br /&gt;Afraid That I Might Disappear...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 25 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Prepare Breakfast And Serve It In Front Of Me, And Kiss My Forhead&lt;br /&gt;and Said: "U Better Be Quick, It's Gonna Be Late..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 30 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Said: "If U Really Love Me, Please Come Back Early After Work…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 40 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Were Cleaning The Dining Table And Said: "Ok Dear, But It's Time For&lt;br /&gt;U To Help Our Child With His/Her Revision..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 50 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U…&lt;br /&gt;U Were Knitting And U Laugh At Me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 60 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;U Smile At Me…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 70 Yrs Old&lt;br /&gt;I Said I Love U...&lt;br /&gt;We Sitting On The Rocking Chair With Our Glasses On.&lt;br /&gt;I'm Reading Your Love Letter That U Sent To Me 50 Yrs Ago.&lt;br /&gt;With Our Hand Crossing Together…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When U Were 80 Yrs Old&lt;br /&gt;U Said U Love Me!&lt;br /&gt;I Didn't Say Anything But Cried...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That Day Must Be The Happiest Day Of My Life!&lt;br /&gt;Because U Said U Love Me!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please Appreciate Your Loved Ones…&lt;br /&gt;Say "I Love You" To Them When U Have The Chance Now!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-183002263815787144?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/183002263815787144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=183002263815787144' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/183002263815787144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/183002263815787144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/i-love-you.html' title='I Love You'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6079940868095883683</id><published>2008-05-21T08:50:00.002+07:00</published><updated>2008-05-21T09:15:05.714+07:00</updated><title type='text'>Empat Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>Anthony Dio Martin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray) Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagaitekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tipe pertama&lt;/span&gt;, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. &lt;br /&gt;Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, dimana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan.&lt;br /&gt;&gt; Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tipe kedua&lt;/span&gt;, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini.  Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun network Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan dimana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-6079940868095883683?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/6079940868095883683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=6079940868095883683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6079940868095883683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/6079940868095883683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/empat-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup.html' title='Empat Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8614521101807208986</id><published>2008-05-21T08:40:00.002+07:00</published><updated>2008-05-21T08:50:29.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Apakah TUHAN menciptakan Kejahatan? (Kisah Nyata)</title><content type='html'>Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?&lt;br /&gt;Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan  menciptakan segala yang ada?".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja," jawab si Profesor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan.   Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor itu terdiam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8614521101807208986?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8614521101807208986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8614521101807208986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8614521101807208986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8614521101807208986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan.html' title='Apakah TUHAN menciptakan Kejahatan? (Kisah Nyata)'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-2632099617007460229</id><published>2008-05-14T16:36:00.001+07:00</published><updated>2008-05-14T16:37:45.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kesedihan, Kebahagiaan, Keheningan</title><content type='html'>Gede Prama - Kompas 13 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang ibu yang memiliki sepasang putra-putri, lalu mengisi hidupnya hanya dengan kesedihan. Putra tertua kebetulan penjual es krim keliling. Sementara putri kedua adalah penjual payung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hari panas, ibu ini menangis untuk putrinya karena teramat sedikit yang beli payung. Saat hari hujan, ibu ini menangis untuk putranya karena jarang sekali orang membeli es krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini hanya pengandaian tentang teramat banyaknya hidup kekinian yang diwarnai kesedihan. Ada saja alasan yang membuat kehidupan tergelincir ke dalam kesedihan. Dari bencana, penyakit, umur tua, hingga kematian. Sehingga jadilah kesedihan semacam hulu dari sungai kehidupan yang penuh stres, keluhan, penyakit, dan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan-kesedihan&lt;br /&gt;Seorang sahabat psikiater pernah bercerita, tidak sedikit rumah sakit jiwa yang mulai kekurangan tempat. Sejumlah rumah sakit jiwa bahkan memulangkan pasien yang belum sepenuhnya sembuh, semata- mata karena ada pasien parah yang lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang membenci kesedihan. Mungkin karena berbicara ke dunia publik, lalu Dalai Lama kerap mengatakan, "Ada yang sama di antara kita, tidak mau penderitaan, mau kebahagiaan". Dan ini tentu amat manusiawi. Sedikit manusia yang berani mengatakan, jika mau menangis janganlah menangis di depan kematian. Menangislah di depan kelahiran. Sebab semua kelahiran membawa serta penyakit, umur tua, lalu kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kelahiran sekaligus kehidupan tak bisa menghindar dari kesedihan. Kesedihan selalu mengikuti langkah kelahiran. Seberapa kuat manusia berusaha, seberapa perkasa manusia membentengi diri, kesedihan tetap datang dan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ayunan bandul, semakin keras dan semakin bernafsu seseorang dengan kebahagiaan, semakin keras pula kesedihan menggoda. Ini yang bisa menjelaskan mengapa sejumlah penikmat kebahagiaan secara berlebihan, lalu digoda kesedihan juga berlebihan. Ini juga yang ada di balik data WHO jika Amerika Serikat (sebagai salah satu tempat terbesar di mana kebahagiaan demikian dikejar dan dicari), menjadi konsumen pil tidur per kapita tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada peneliti membandingkan dua negara yang sama-sama mayoritas beragama Buddha, yaitu Jepang dan Burma. Dari segi materi, Jepang merupakan sebuah keajaiban dan keunikan. Dibanding Jepang, Burma secara materi jauh dari layak. Namun dalam fenomena sosial seperti bunuh diri, perceraian, dan depresi, Jepang jauh lebih tinggi dari Burma. Seperti berbisik meyakinkan, di mana kebahagiaan materi berlimpah, di sana kesedihan juga berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sadar realita pendulum seperti itu, banyak pertapa, penekun meditasi, yogi, sahabat sufi, dan lainnya, mengizinkan pendulum emosi hanya bergerak dalam ruang terbatas. Saat kebahagiaan datang, disadari kalau kebahagiaan akan diganti kesedihan. Sehingga nafsu perayaan berlebihan agak direm. Konsekuensinya, saat kesedihan berkunjung, ia tidak seberapa menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa berkecukupan&lt;br /&gt;Kahlil Gibran dalam The Prophet memberi kata-kata indah, saat kita bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan menunggu di tempat tidur. Dalam pengertian lebih sederhana, manusia serumah dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bagaimana bisa lari jauh atau lama dari kesedihan yang notabene serumah dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sejumlah guru mengajarkan untuk melampaui kebahagiaan-kesedihan. Dalam bahasa guru jenis ini, kebahagiaan dan kesedihan hanya permainan bagi jiwa-jiwa yang sedang tumbuh menjadi dewasa. Pertumbuhan itulah yang memerlukan gerakan kebahagiaan, kesedihan, kebahagiaan, kesedihan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi setiap jiwa yang sudah mulai dewasa, ia akan sadar, kalau baik kebahagiaan maupun kesedihan memiliki sifat yang sama, tak pasti dan silih berganti. Bukankah bergantung pada sesuatu yang tak pasti akan membuat hidup tidak pasti? Lebih dari itu, baik kebahagiaan dan kesedihan berakar pada hal yang sama, keinginan. Bila keinginan terpenuhi, kebahagiaan datang berkunjung. Saat keinginan tidak terpenuhi, kesedihan tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap pejalan kaki ke dalam diri yang jauh tahu, keinginan (lebih-lebih disertai kemelekatan) adalah ibu penderitaan. Kesadaran seperti inilah yang membimbing sejumlah orang untuk memasuki wilayah-wilayah keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebahagiaan yang lapar akan ini, lapar akan itu; membandingkan dengan ini dengan itu; ingin lebih dari ini, lebih dari itu. Keheningan sudah berkecukupan. Seperti burung terbang di udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari bersinar siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semua sempurna. Tidak ada yang layak ditambahkan atau dikurangkan. Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan. Tetapi, dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang, selalu ada ketakutan digantikan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, sekaya apa pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan. Maka seorang guru yang telah tercerahkan pernah berucap, "Enlightenment is like the reflection of the moon in the water. The moon doesn’t get wet, the water is not separated". Pencerahan seperti bayangan bulan di air. Bulannya tidak basah karena air. Airnya tidak terpecah karena bulan. Dengan kata lain, inti pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak marah saat dimaki, tidak sombong tatkala dipuji. Tidak melekat pada kebahagiaan, tidak menolak kesedihan. Persis seperti bunga padma, di air tidak basah, di lumpur tidak kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu akar menentukan dari ketidaktersentuhan ini adalah keberhasilan mendidik diri untuk merasa berkecukupan. Yang tersisa setelah ini hanya empat "M", mengalir, mengalir, mengalir, dan mengalir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-2632099617007460229?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/2632099617007460229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=2632099617007460229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2632099617007460229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/2632099617007460229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/kesedihan-kebahagiaan-keheningan.html' title='Kesedihan, Kebahagiaan, Keheningan'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-8242634469515233679</id><published>2008-05-14T16:25:00.002+07:00</published><updated>2008-05-14T16:29:45.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Cinta Seorang Anak..</title><content type='html'>(ditulis oleh Cristine Wili)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan&lt;br /&gt;membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya&lt;br /&gt;mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi&lt;br /&gt;yang mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.&lt;br /&gt;Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan&lt;br /&gt;yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari&lt;br /&gt;belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;h&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=142693&amp;bid=345610&amp;PHS=142693345610&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466978254646477181-8242634469515233679?l=balaibengong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaibengong.blogspot.com/feeds/8242634469515233679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466978254646477181&amp;postID=8242634469515233679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8242634469515233679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466978254646477181/posts/default/8242634469515233679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaibengong.blogspot.com/2008/05/kisah-cinta-seorang-anak.html' title='Kisah Cinta Seorang Anak..'/><author><name>Krist H.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11393902453750126598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_Cc9QqPTVO_U/SWXlD02-QjI/AAAAAAAAACo/ZZTVkSQwVpc/S220/myself.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466978254646477181.post-6889393839372263331</id><published>2008-05-03T10:35:00.000+07:00</published><updated>2008-05-03T10:36:26.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Tua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa</title><content type='html'>Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear. Dia membuka bungkusan berbahan sutra " Ini, ......", dia berkata, " Bukan bungkusan yang asing lagi....." Dia membuka kotak itu Dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. "Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, Kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya. Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk Kesempatan yang istimewa." &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melangkah ke dekat tempat tidur Dan meletakkan bungkusan tersebut Di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal. Dia menoleh padaku Dan berkata: &lt;br /&gt;"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca Dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku Dan mengurangi waktu bekerjaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman Supaya bisa hidup, tidak semata-Mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.   Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap Hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata "Suatu Hari ....." Dan "Suatu saat nanti....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar Dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar a
